2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Kurdi: Komandan ISIS Dimangsakan Hidup-hidup ke Anjing

Kurdi: Komandan ISIS Dimangsakan Hidup-hidup ke AnjingFiqhislam.com - Seorang komandan ISIS dieksekusi secara brutal atas tuduhan gagal menjalankan tugasnya. Komandan ISIS itu dimangsakan hidup-hidup untuk anjing di wilayah Irak utara.
 
Metode eksekusi baru ini diungkap oleh oleh Hasan Khala Hasan, seorang komandan Kurdi Peshmerga yang berjuang di garis depan Gwer di Irak utara.
 
Laporan eksekusi brutal kelompok Islamic State atau ISIS terhadap anggotanya sendiri itu muncul setelah kelompok radikal tersebut mengalami serangkaian kekalahan militer dalam beberapa bulan terakhir. ISIS terus kehilangan wilayah dan benteng-benteng yang mereka duduki di Irak dan Suriah.
 
Hasan mengatakan komandan ISIS yang dieksekusi itu diikat dan dibiarkan menjadi sasaran serangan anjing hingga tewas.
 
Sosiolog Kurdi Candler Ahmed mengatakan, ISIS menggunakan metode kekerasan untuk eksekusi ini untuk menakut-nakuti anggotanya.
 
”ISIS menggunakan setiap anggotanya yang dianggap tidak berguna, bagi kelompok tersebut hal itu untuk menakut-nakuti anggotanya yang lain,” katanya, seperti dikutip Daily Mail, semalam (23/5/2016).
 
Pekan lalu, militer AS mengatakan bahwa ISIS terus kehilangan kontrol atas wilayah yang mereka duduki di Irak dan Suriah. Beberapa wilayah yang direbut pasukan Irak dari ISIS adalah Ramadi dan Heet. Namun, kelompok ini masih mengontrol kota-kota penting di Irak seperti Mosul dan Fallujah.
 
Kemarin, pasukan Irak meluncurkan serangan besar untuk untuk membebaskan Fallujah dari ISIS. Warga sipil sudah diminta militer Irak untuk mengungsi dari Fallujah. [yy/sindonews]

Kurdi: Komandan ISIS Dimangsakan Hidup-hidup ke AnjingFiqhislam.com - Seorang komandan ISIS dieksekusi secara brutal atas tuduhan gagal menjalankan tugasnya. Komandan ISIS itu dimangsakan hidup-hidup untuk anjing di wilayah Irak utara.
 
Metode eksekusi baru ini diungkap oleh oleh Hasan Khala Hasan, seorang komandan Kurdi Peshmerga yang berjuang di garis depan Gwer di Irak utara.
 
Laporan eksekusi brutal kelompok Islamic State atau ISIS terhadap anggotanya sendiri itu muncul setelah kelompok radikal tersebut mengalami serangkaian kekalahan militer dalam beberapa bulan terakhir. ISIS terus kehilangan wilayah dan benteng-benteng yang mereka duduki di Irak dan Suriah.
 
Hasan mengatakan komandan ISIS yang dieksekusi itu diikat dan dibiarkan menjadi sasaran serangan anjing hingga tewas.
 
Sosiolog Kurdi Candler Ahmed mengatakan, ISIS menggunakan metode kekerasan untuk eksekusi ini untuk menakut-nakuti anggotanya.
 
”ISIS menggunakan setiap anggotanya yang dianggap tidak berguna, bagi kelompok tersebut hal itu untuk menakut-nakuti anggotanya yang lain,” katanya, seperti dikutip Daily Mail, semalam (23/5/2016).
 
Pekan lalu, militer AS mengatakan bahwa ISIS terus kehilangan kontrol atas wilayah yang mereka duduki di Irak dan Suriah. Beberapa wilayah yang direbut pasukan Irak dari ISIS adalah Ramadi dan Heet. Namun, kelompok ini masih mengontrol kota-kota penting di Irak seperti Mosul dan Fallujah.
 
Kemarin, pasukan Irak meluncurkan serangan besar untuk untuk membebaskan Fallujah dari ISIS. Warga sipil sudah diminta militer Irak untuk mengungsi dari Fallujah. [yy/sindonews]

Kerahkan 20 Ribu Pasukan, Irak Bersiap Rebut Fallujah dari ISIS

Kerahkan 20 Ribu Pasukan, Irak Bersiap Rebut Fallujah dari ISIS

Pemerintah Irak mengerahkan sedikitnya 20 ribu tentara untuk memerangi teroris ISIS di kota barat Falujjah yang dikuasai oleh kelompok ekstrimis itu.

Secara bersamaan, Angkatan Bersenjata Irak mengeluarkan peringatan kepada penduduk sipil untuk meninggalkan kota tersebut, karena pasukan Irak tengah bersiap untuk melancarkan serangan.

"Dua puluh ribu tentara dari pasukan polisi federal serta kendaraan militer dan pasukan meriam tiba di sekitar Fallujah hari ini dan sedang mempersiapkan diri untuk menyerang," kata Kepala Polisi Federal Raed Shaker Jawdat, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (22/5/2016).

Selain mempersiapkan serangan, pasukan pemerintah dan milisi telah memotong rute komunikasi ISIS menjelang melakukan serangan. Sedangkan unit pasukan udara akan menyerang sejumlah posisi ISIS.

Fallujah, di provinsi Anbar barat, telah berada di bawah kendali ISIS sejak 2014. Laporan muncul baru-baru ini bahwa militan dari kelompok teroris mulai membunuh warga yang berusaha untuk meninggalkan kota. [yy/sindonews]

Jet Tempur Inggris Hancurkan Bunker Amunisi ISIS

Jet Tempur Inggris Hancurkan Bunker Amunisi ISIS

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris merilis video serangan udara yang dilancarkan jet-jet Tornado milik Angkatan Udara (AU) Inggris di sepanjang sungai Efrat, Irak.

Menggunakan bom presisi Paveway, serangan tersebut berhasil menghancurkan bunker kecil milik ISIS yang berisi perlengkapan amunisi, seperti dikutip dari laman Mirror, Jumat (20/5/2016).

"Sementara melakukan misi pengintaian terhadap berbagai lokasi tersangka teroris di Suriah dan Irak, serangan udara Royal Air Force (sebutan bagi AU Inggris) baru-baru ini terkonsentrasi di sekitar dua bidang fokus operasional untuk pasukan Irak, yaitu lembah Efrat di Irak barat dan sekitar Mosul," kata jubir Kemhan Inggris.

Dalam video yang dipublikasikan, terlihat jika target serangan telah dikunci sebelum kemudian terlihat awan besar naik ke angkasa. Bagian tanah dari serangan itu tampak runtuh diikuti oleh jilatan api dan asap.

Sepanjang minggu ini serangan udara RAF berhasil menghancurkan sejumlah sarana dan prasarana ISIS. Awal minggu, jet tempur Inggris berhasil  menghancurkan terowongan ISIS. Dua hari berikutnya mereka menghancurkan sebuah gedung yang dikuasai oleh ISIS. Hari berikutnya, pesawat Typhoon Inggris berhasil memukul posisi ISIS jelang serangan Kurdi di barat daya Kirkuk. [yy/sindonews]

 

 

Tags: isis | irak | fallujah | palmyra | kurdi