27 Rabiul-Akhir 1443  |  Kamis 02 Desember 2021

basmalah.png

Hizbullah Sebut Israel Sebagai Ancaman Nomor Wahid di Timteng

Hizbullah Sebut Israel Sebagai Ancaman Nomor Wahid di TimtengFiqhislam.com - Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyebut Israel bukan hanya ancaman bagi Palestina, melainkan juga ancaman bagi seluruh negara di kawasan Timur Tengah, dan juga dunia Islam.
 
Dalam sebuah pernyataan, Nasrallah menyatakan, meski Israel tidak sekuat dahulu, namun tetap saja negara Zionis itu masih menjadi ancaman nomor satu bagi banyak negara di kawasan Timur Tengah dan mereka masih menduduki wilayah Palestina.
 
"Orang-orang tertentu merasa bahwa Israel hanyalah ancaman bagi Palestina dan tidak menimbulkan bahaya bagi pemerintah dan bangsa lain. Meskipun Israel tidak sekuat masa lalu berkat pengorbanan dan kemenangan gerakan perlawanan, mereka masih menempati wilayah pendudukan, dan mengancam negara lain," kata Nasrallah,
 
"Kita semua harus berusaha untuk mengatakan kepada bangsa-bangsa lain bahwa Israel, tujuannya dan ancamannya masih berbahaya," sambungnya, seperti dilansir Fars News pada Minggu (15/5).
 
Pernyataan itu sendiri muncul tidak lama setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam Israel, dan menyebut negara itu sebagai sumber utama kekerasan dan ekstremisme. Dirinya menekankan kepada dunia internasional mengenai perlunya untuk memerangi tindak pidana di setiap bagian dunia.

Netanyahu: Iran Persiapkan Holocaust Jilid II

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam kontes pembuatan kartun di Iran, yang mengambil tema holocaust. Menurut Netanyahu, kontes itu merendahkan kekejaman holocaust, dan bentuk persiapan Iran untuk melanjutkan holocaust jilid kedua.
 
"Selama akhir pekan, Iran mengadakan kontes kartun yang menolak kekejaman holocaust. Kami memunculkan hal ini di sini, karena kita harus mengerti masalah kita dengan Iran," kata Netanyahu saat membuka sidang Kabinet Israel.
 
"Ini bukan hanya kebijakan subversi dan agresi di wilayah ini. Itu juga adalah nilai-nilai yang didasarkan, yang menyangkal dan melecehkan holocaust, dan juga mempersiapkan holocaust lain," sambungnya, seperti dilansir Middle East Monitor pada Minggu (15/5).
 
Kontes yang dibuka kemarin itu sendiri diikuti oleh setidaknya 150 peserta dari 50 negara. Mayoritas peserta membuat kartun yang berisi ejekan terhadap Netanyahu, dan kebijakan yang diambil oleh pemimpin Israel itu.
 
Salah satu kartun menggambarkan Netanyahu sebagai anggota ISIS dan memegang pedang di tangannya. Lainnya menunjukkan peta Timur Tengah dengan peti mati bertuliskan kata "holocaust" di atas Palestina yang diduduki oleh Israel. [yy/sindonews]