5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Pemberontak Suriah Rebut Desa Dekat Aleppo, 73 Tewas

Pemberontak Suriah Rebut Desa Dekat Aleppo, 73 TewasFiqhislam.com - Pemberontak Suriah berhasil merebut sebuah desa, Khan Touman, dari pasukan pemerintah di dekat Aleppo dan menewaskan puluhan orang. Bentrokan ini terjadi di tengah upaya Amerika Serikat (AS) dan Rusia mencoba untuk meredam peperangan di kota tersebut.

Serangan tersebut dilakukan oleh aliansi gerilayawan Islam yang dikenal sebagai Jaish al-Fatah, termasuk di dalamnya sayap kelompok Al-Qaeda Front al-Nusra. Mereka menolak upaya-upaya diplomatik untuk menghentikan perang dan pembicaraan damai.

Menurut Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan, 73 orang tewas dalam pertempuran memperebutkan Khan Touman, sebuah wilayah yang sangat penting dekat Aleppo. Observatorium mengatakan, 43 dari mereka yang tewas adalah pemberontak dan 30 yang pasukan pemerintah seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (6/5/2016).

"Sepanjang malam pertempuran terjadi sangat intens. Area selatan dari Khan Touman telah dibebaskan dari tentara pemerintah," kata salah satu anggota kelompok Jaish al-Fatah dari faksi Ajnad al-Sham, Abu al-Baraa al-Hamawi.

Minggu ini, AS dan Rusia tengah melakukan upaya gencatan senjata di kota Aleppo dimana 300 orang telah tewas dalam dua minggu terakhir baik diwilayah yang dikuasai pemerintah maupun pemberontak. Para korban tewas akibat serangan udara dan pemboman.

Aleppo Luluh Lantak Diklaim Kemenangan Assad, AS Tersinggung

Amerika Serikat (AS) tersinggung dan mengutuk pernyataan Presiden Suriah Bashar Al-Assad soal kemenangannya atas Kota Aleppo yang luluh lantak setelah berhari-hari dibombardir.
 
AS mendesak Rusia sebagai sekutu Assad untuk mengerahkan pengaruhnya guna menghentikan permusuhan di Kota Aleppo. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mencatat sudah ratusan orang tewas selama Aleppo digempur oleh serangan udara selama lebih dari sepekan.
 
Sehari setelah dimulainya gencatan senjata sementara, termasuk di Aleppo, Assad mengirim telegram kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Isi telegram itu, Assad menyatakn kemenangan pasukannya di titik akhir dan berhasil “menghancurkan agresi” oleh pemberontak di Aleppo.

Telegram dari Assad itu dilaporkan oleh media Pemerintah Suriah.
 
Kami meminta Rusia untuk segera menangani pernyataan yang benar-benar tidak dapat diterima ini,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, dalam briefing hari Kamis.

Ini jelas merupakan upaya Assad untuk mendorong agenda, tapi itu adalah kewajiban dari Rusia untuk menegaskan pengaruhnya pada rezim untuk mempertahankan penghentian permusuhan,” lanjut Toner, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/5/2016).
 
Kami berdiri dengan pernyataan kami bahwa (penghentian permusuhan) mulai berlaku 4 Mei pukul 00.01 waktu Damaskus. Mengapa rezim (Suriah) mengatakan sebaliknya, Anda harus meminta mereka (patuhi gencatan senjata). Mungkin memiliki masalah koordinasi di lapangan. Saya tidak memiliki penjelasan yang jelas selain itu,” imbuh Toner.

Toner mencatat bahwa penghentian permusuhan di Goutha timur dekat Damaskus dan Latakia awalnya berakhir untuk periode 48 jam, namun kemudian diperpanjang.
[yy/sindonews]

 

Tags: suriah | opossisi | assad | aleppo