22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Barack Obama Menyentil Trump

Barack Obama Menyentil TrumpFiqhislam.com - Menjelang masa jabatannya berakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) menyempatkan diri "menyentil" kandidat presiden yang kini kerap menjadi bahan pemberitaan, Donald Trump. Entah sentilan presiden asal Partai Demokrat itu objektif atau tidak, yang jelas Trump berasal dari kubu lawan, yaitu Partai Republik.

Menurut Obama, Trump tak siap untuk menjadi presiden. Ia memprediksi kemenangan Demokrat jika Trump menjadi nomine dari Partai Republik.

Dilansir laman Daily Mail, Selasa (3/5), Obama tak percaya Trump memiliki hal-hal yang diperlukan untuk menjadi presiden AS berikutnya atau mengalahkan calon dari Demokrat. Presiden mengatakan pendapatnya mengenai calon dari Republik dalam sebuah wawancara dengan WMUR di Gedung Putih pada Senin (2/5).

"Saya pikir dia bukan orang yang bahkan di dalam Partai Republik sendiri dianggap siap untuk menghadapi masalah di kantor (kepresidenan) ini, tapi kita lihat saja, kita kan hidup di dalam demokrasi," kata Obama.

Ia menambahkan, jika pada kenyataannya Partai Republik mencalonkan Trump, menurutnya, akan menjadi pemilihan umum yang menarik. Obama yakin, pada akhirnya Demokrat akan memenangkan pemilihan.

"Biarkan rakyat Amerika melihatnya. Biarkan dia menjawab pertanyaan-pertanyaan di depan pemilih, baik Republik, Demokrat, dan independen. Lalu, gelar pemungutan suara," kata Obama.

Pada kenyataannya, jajak pendapat terbaru yang dipublikasikan pada Senin menunjukkan Trump lebih unggul dari Hillary Clinton. Ini merupakan pertama kalinya sejak jajak pendapat serupa digelar mulai Oktober lalu.

Rasmussen Reports melakukan survei pada 1000 responden, mempertanyakan siapa yang mereka pilih jika Trump dan Hillary berhadapan pada pemilihan 2016 mendatang. Hasilnya, Trump memperoleh dukungan 41 persen, sedangkan Hillary 39 persen.

Miliarder tersebut kini telah mengamankan 996 delegasi dan tinggal membutuhkan 241 delegasi lagi untuk mencapai minimal 1.237. Ia kini merupakan satu-satunya kandidat Partai Republik yang memungkinkan untuk mengamankan nominasi Partai Republik pada Juli.

Trump mengatakan pada Daily Mail, Ted Cruz harus keluar dari pencalonan nominasi jika ia kehilangan suara utama di Indiana pada Selasa.

"Ya, dia harus. Dia harus meninggalkan balapan jika saya menang. Sekarang mari kita lihat apa yang terjadi. Indiana adalah negara besar dan saya memiliki dukungan dari Bobby Knight dan begitu banyak orang lain. Kita harus melihat apa yang terjadi, tapi ya, saya pikir dia harus keluar dari balapan," ujarnya.

Cruz memang menghadapi ujian dengan pertaruhan tinggi dalam primary di Indiana pada Selasa. Ini merupakan peluang terakhir bagi senator Texas tersebut untuk menghentikan laju Trump menuju nominasi Republik.

Cruz bahkan telah menghabiskan dua pekan terakhir berkemah di Indiana. Ini dilakukan untuk mengamankan dukungan dari gubernur negara bagian tersebut serta mengumumkan Carly Fiorina sebagai pasangannya. [yy/republika]

 

Tags: obama | trump | hillary