23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Kasus Penembakan San Bernardino Merambat ke Manipulasi Pernikahan

Kasus Penembakan San Bernardino Merambat ke Manipulasi Pernikahan

Fiqhislam.com - Tiga orang yang memiliki kaitan dengan pelaku penembakan San Bernardino telah ditangkap dalam kasus manipulasi pernikahan.

Saudara laki-laki dan ipar perempuan dari Syed Rizwan Farouk, pelaku penembakan San Bernardino, termasuk yang ditangkap dalam operasi susulan mengusut pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan pelaku serangan mematikan di California itu.

Orang ketiga yang ikut ditangkap adalah istri dari Enrique Marquez Jr., seorang teman Farouk yang juga menghadapi tuduhan berkaitan dengan penembakan San Bernardino.

Empat belas orang tewas ketika Farouk dan istrinya, Tashfeen Malik, melancarkan tembakan terhadap sejumlah orang yang sedang menggelar pesta pada bulan Desember 2015.

Dilansir BBC, ketiga orang yang ditangkap hari Kamis (28/4/2016) itu dijerat dengan tuduhan konspirasi, manipulasi pernikahan dan pernyataan gugatan palsu, kata pejabat terkait.

Mariya Chernykh, seorang warganegara Rusia, dituduh menikahi Enrique Marquez guna keperluan penipuan imigrasi, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam pernyataannya.

Saudara perepuan Chernykh menikahi saudara laki-laki Farouk dan ketiga orang itu menghadapi dakwaan konspirasi yang berkaitan dengan pernikahan.

Mereka ditangkap dalam peyisiran yang dilakukan aparat di rumah-rumah warga kota Corona dan Ontario.

Farouk dan istrinya tewas beberapa jam setelah penembakan, dalam baku-tembak dengan polisi yang mengejar keduanya.

Marquez ditangkap awal tahun ini. Dia membantah ikut merencanakan aksi terorisme dan menyuplai senjata.

FBI: Penembakan di San Bernardino California Kasus Terorisme

Penembakan massal di San Bernardino yang menewaskan 14 orang dan melukai belasan lainnya oleh sepasang suami-isteri sedang diselidiki sebagai kasus terorisme, kata FBI.

Direktur FBI James Comey hari Jumat (4/12/2015) mengatakan ada indikasi bahwa pasangan itu telah diradikalisasi.

Tashfeen Malik, 27, dan suaminya Syed Rizwan Farook, 28, tewas dalam baku tembak dengan aparat kepolisian setelah melakukan pembunuhan massal di San Bernardino, sebelah timur Los Angeles, California, pada hari Rabu (2/12/2015).

Comey mengatakan mereka “potensial terinspirasi” oleh kelompok-kelompok teror dari luar negeri.

Namun, Comey juga mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan keduanya bagian dari sebuah jaringan teroris.

Comey mengatakan, penyidikan saat ini masih tahap dini dan masih “banyak bukti yang tidak masuk akal,” lapor BBC.

Sebelumnya seorang juru bicara FBI mengatakan mereka juga menyelidiki laporan yang mengatakan bahwa Malik telah berbaiat kepada kelompok Negara Islam alias ISIS.

Wanita itu kabarnya menuliskan di laman Facebook kata-kata dukungan kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi, dengan menggunakan nama lain. Namun, pesan itu kemudian dihapus.

Pengacara keluarga Farook hari Jumat (4/12/2015) mengatakan bahwa Farook dikenal sebagai lelaki penyendiri dan memiliki sedikit teman, sementara Malik adalah seorang ibu rumah tangga yang “perhatian dan bertutur kata lembut.”

Mereka mengatakan bahwa tidak ada bukti-bukti yang menunjukkan keduanya memiliki pandangan ekstrim.

Akan tetapi, keluarga mengetahui Farook memiliki dua pucuk senjata api dan teman-teman kerjanya mengolok-olok brewoknya, kata para pengacara keluarga itu.

Menyusul serangan di pusat pelayanan sosial Inland Regional Center hari Rabu itu, perlengkapan bom, senjata dan ribuan butir amunisi ditemukan di rumah pasangan itu.

David Bowdich dari FBI mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pihak berwenang berusaha mengambil data dari dua ponsel rusak yang ditemukan di sebuah tong sampah dekat lokasi kejadian.

Menurut Bowdich, ada sambungan telepon yang dilakukan antara pasangan itu dengan orang lain, yang sekarang menjadi perhatian aparat.

Penyelidik juga sedang menindaklanjuti laporan yang mengatakan bahwa Farook terlibat pertengkaran dengan seorang rekan kerjanya, yang mengecam “bahaya warisan Islam.”

Para wartawan yang diizinkan masuk ke dalam rumah oleh pemilik apartemen yang menyewakannya kepada pasangan itu berhasil memotret sejumlah barang pribadi milik Farook-Malik. Di antaranya, kartu yang menunjukkan Farook sebagai mahasiswa California State University, Fullerton.

Farook, yang bekerja sebagai inspektor untuk departemen kesehatan lingkungan di kota itu, merupakan putra dari pasangan imigran Pakistan dan dilahirkan di negara bagian Illinois, Amerika Serikat.

Tashfeen Malik diketahui lahir di Pakistan dan belum lama ini tinggal di Arab Saudi.

Reuters, yang mengutip keterangan seorang anggota keluarganya, melaporkan bahwa pihak intelijen Pakistan telah mengontak keluarga Malik yang ada di sana.

Penembakan di San Bernardino itu merupakan penembakan massal paling mematikan di Amerika Serikat, sejak 26 orang tewas dalam aksi penembakan di sebuah sekolah di Newtown, Connecticut, tahun 2012.

ISIS Klaim Pelaku Penembakan San Bernardino Sebagai Pengikutnya

Dalam sebuah siaran radio online hari Sabtu (5/12/2015) ISIS mengklaim bahwa pelaku penembakan di San Bernardino adalah pengikutnya, lapor Euronews.

Pernyataan itu diungkapkan tiga hari setelah pasangan suami-isteri Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik melancarkan serangan bersenjata yang menewaskan 14 orang dan melukai belasan lainnya.

Sebelumnya pada hari Jumat Direktur FBI James Comey mengatakan ada indikasi kedua orang tersebut telah diradikalisasi. [yy/hidayatullah]