25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Turki ngamuk setelah dihajar roket ISIS

Turki ngamuk setelah dihajar roket ISISFiqhislam.com - Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan militer Turki meluluhlantakkan posisi-posisi kelompok militan ISIS di dalam wilayah Suriah, Rabu ini.

Serangan pembalasan ini dilancarkan Turki setelah ISIS menghujani Turki dengan empat serangan roket.

Serangan roket ISIS ini menghajar kota Kilis di dekat perbatasan Turki-Suriah.

Davutoglu menyatakan tentara Turki melancarkan serangan di belakang garis perbatasan sesuai aturan kontak senjata, demikian Reuters.

Lima prajurit, 30 militan tewas di Turki tenggara

Lima prajurit Turki dan 30 militan Kurdi tewas dalam 24 jam terakhir setelah mereka bentrok di sepanjang kawasan tenggara Turki, kata sumber-sumber keamanan dan tentara pada Selasa (12/4).

Sekitar 57 orang, termasuk delapan warga sipil, menderita luka-luka dalam serangkaian serangan, kata mereka.

Ribuan militan dan ratusan warga sipil serta prajurit tewas sejak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang memulai lagi pemberontakannya pada musim panas lalu, menggagalkan gencatan senjata dan proses perdamaian yang telah berlangsung selama dua setengah tahun.

Pemerintah Turki telah mengesampingkan rencana kembali ke meja perundingan dan berjanji akan menumpas PKK, yang dipandang sebagai organisasi teroris oleh Turki dan para sekutunya dari Barat.

Sumber-sumber keamanan mengatakan operasi-operasi di Provinsi Sirnak yang bertetangga dengan Irak dan Suriah telah ditingkatkan dan suara tembakan serta ledakan-ledakan dapat didengar di kawasan tersebut tempat saat awal seorang prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka.

Seorang prajurit juga gugur dan empat lainnya cedera dalam ledakan di Daglica, sebuah desa di Provinsi Hakkari, dekat dengan perbatasan Iran, dalam bentrokan-bentrokan dengan PKK, kata tentara.

Seorang prajurit ketiga gugur dalam sebuah ledakan di kota perbatasan Nusaybin dekat Suriah ketika satu pasukan memasuki sebuah gedung selama operasi-operasi keamanan. Tiga prajurit lain luka-luka dengan satu orang dalam kedadaan serius, menurut sumber-sumber keamanan.

Perdana Menteri Ahmet Davutoglu menyebutkan dua orang yang meninggal akibat serangan bom mobil pada Senin malam yang menyasar sebuah pangkalan pasukan pengawal Turki di kota Hani. Tentara mengatakan 47 orang, termasuk delapan warga sipil, terluka dalam serangan itu.

Sebuah kendaraan yang berisi bahan peledak menabrak pangkalan itu dan asrama para keluarga personel keamanan, memecahkan kaca-kaca jendela dan melepaskan atap-atap gedung-gedung di pangkalan tersebut.

Setelah serangan itu, pasukan khusus dan pengawal Turki melancarkan operasi denegan dukungan udara di pusat kota itu dan pinggiran kota Hani, yang tereletak di utara Diyarbakir, kota terbesar di kawasan tenggara yang dihuni etnis Kurdi.

Para saksi mata mengatakan kendaraan-kendaraan, rumah-rumah dan toko-toko di dekatnya mengalami kerusakan akibat ledakan kuat itu di Hani. Enam warga sipil yang luka-luka merupakan keluarga dari para prajurit, kata militer.

Militer menyatakan 30 militan Kurdi tewas pada Senin dalam bentrokan-bentrokan di empat kota di bagian tenggara negara itu yang saat ini berada di bawah jam malam militer dan terletak dekat perbatasan Turki dengan Suriah, Irak dan Iran.

Lebih 40.000 orang meninggal dalam konflik sejak PKK angkat senjata pada 1984, demikian laporan Reuters. [yy/antaranews]

 

Tags: Turki | kurdi | bom turki