22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Israel Takut Kebijakan Baru Rusia di Suriah Perkuat Hizbullah

Israel Takut Kebijakan Baru Rusia di Suriah Perkuat HizbullahFiqhislam.com - Israel takut kebijakan baru yang diambil Rusia di Suriah berdampak pada semakin kuatnya Hizbullah dan pengaruh Iran di Suriah. Ketakutan itu terlihat dari permintaan yang diutarakan Presiden Israel Reuven Rivlin saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Dalam pertemuan tersebut, menurut seorang pejabat Israel, Rivlin meminta Rusia untuk memastikan bahwa penarikan pasukan dari Suriah tidak berdampak pada semakin kuatnya pasukan Iran dan Hizbullah di sana.

Israel, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (16/3), percaya intervensi Rusia dalam perang sipil di Suriah turut memiliki fungsi untuk menahan pengaruh Hizbullah dan Iran di negara tersebut.

"Rivlin akan meminta jaminan kepada Rusia bahwa mereka tidak akan membiarkan penarikan mundur pasukan dari Suriah akan memperkuat Iran dan Hizbullah," kata pejabat itu dalam kondisi anonim.

Iran dan Hizbullah memang dianggap Israel sebagai musuh terbesar mereka di kawasan Timur Tengah. Semakin kuatnya pengaruh keduanya di Suriah dikhwatirkan akan berdampak pada keamanan Israel, dimana Negeri Zionis itu takut keduanya akan melakukan serangan terhadap mereka, kala ISIS sudah dikalahkan di Suriah.

 

Hizbullah Bantah Tarik Pasukan dari Suriah

Hizbullah membantah laporan yang menyebutkan bahwa mereka telah menarik sebagian pasukan dari Suriah. Kelompok asal Libanon itu menyebut laporan tersebut sebagai kebohongan.

"Sebuah pesan berantai yang menyebarkan berita palsu tentang penarikan parsial pejuang Hizbullah setelah pengumuman penarikan Angkatan Udara Rusia di Suriah," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

"Media tidak harus percaya pada pesan penuh kebohongan dan palsu tersebut. Kami akan melanjutkan perjuangan untuk melawan kelompok teror di Suriah," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (15/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah media di Libanon melaporkan bahwa Hizbullah telah memulai penarikan mundur pasukan Suriah, dimana ratusan militan mulai meninggalkan negara itu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Amerika Serikat.

Hizbullah dilaporkan menarik mundur seluruh pasukan mereka yang berada di Allepo. Sedangkan pasukan mereka yang berada di wilayah Qalamoun and Zabadani, yang dekat dengan perbatasan Suriah dan Libanon tetap disiagakan. [yy/sindonews]