23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Malaysia Ungkap ISIS Berniat Culik PM Najib dan Menteri Senior

Malaysia Ungkap ISIS Berniat Culik PM Najib dan Menteri Senior

Fiqhislam.com - Kepolisian Malaysia mengungkapkan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berniat menculik Perdana Menteri Najib Razak. Rencana ISIS itu diklaim berhasil digagalkan oleh polisi Malaysia, tahun lalu.

Disampaikan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri Malaysia, seperti dilansir Reuters, Selasa (8/3/2016), ISIS berencana menculik tokoh penting Malaysia, termasuk PM Najib dan beberapa menteri seniornya.

"Pada 30 Januari 2015, ada rencana yang didalangi 13 orang terkait Daesh (nama Arab untuk ISIS) untuk menculik pemimpin negara ini termasuk Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan," tutur Ahmad Zaid saat ditanya soal upaya pemerintah Malaysia menangkal ancaman ISIS.

Tidak hanya itu, sebut Ahmad Zahid, ISIS juga merencanakan serangan teror di ibukota pemerintahan Malaysia, Putrajaya. Untuk serangan itu, sejumlah bahan peledak telah dipersiapkan dan juga diuji coba.

"Ada juga rencana serangan di Putrajaya. Bahkan kelompok ini telah mempersiapkan dan menguji coba peledak. Meskipun tidak ada kelompok resmi Daesh di negara ini, orang-orang yang ada di sini (Malaysia) dipengaruhi dan menerima perintah dari jaringan IS (nama lain ISIS) di Suriah," imbuhnya.

Disebutkan Ahmad Zahid, jaringan ISIS merencanakan empat serangan besar di sejumlah wilayah Malaysia, termasuk ibukota Kuala Lumpur, Putrajaya dan wilayah Kedah. Rencana serangan itu disusun antara September 2014 hingga Mei 2015.

Zahid menyebut, rencana militan radikal itu termasuk mencuri senjata dari kamp militer, merakit bom, mencuri uang demi mendanai serangan dan menculik pemimpin negara untuk uang tebusan. Sedangkan target serangan seperti pusat hiburan dan tempat ibadah.

Sejauh ini, belum terjadi serangan teror mematikan di wilayah Malaysia. Namun sejak Januari 2015 lalu, otoritas Malaysia menangkap sedikitnya 160 orang yang dicurigai terlibat aktivitas militan, termasuk tujuh orang yang diyakini bagian sel ISIS. Ditambah dengan adanya insiden bom Thamrin, Jakarta pada 14 Januari lalu, Malaysia semakin dalam kondisi siaga tinggi. [yy/news.detik]