19 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 29 Juli 2021

basmalah.png

Sutradara Top Israel Sebut Rezim Netanyahu Fasis

Sutradara Top Israel Sebut Rezim Netanyahu Fasis

Fiqhislam.com - Sutradara Israel pemenang penghargaan di Berlin Film Festival, Udi Aloni, mengatakan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "fasis" dan mendesak Jerman agar tidak membantu militer negara Yahudi tersebut.

Diberitakan The Independent, Minggu (21/2), hal ini disampaikan Aloni dalam sesi tanya jawab tentang filmnya "Junction 48" yang menenangkan Panorama Audience Award untuk fiksi terbaik.

Dalam wawancara dengan Channel 10 News itu Aloni mengatakan bahwa Jerman "mendukung pemerintah fasis Israel."

Pria 56 tahun itu menyebut Israel adalah "negara demokrasi kulit putih" dan mengkritik Kanselir Jerman Angela Merkel karena mendukung Israel.

"Merkel tidak menyinggung soal pendudukan [di Palestina] dan menjual kapal selam kepada Netanyahu untuk melanjutkan tindakan itu," kata Aloni.

Aloni mengatakan bahwa pernyataannya itu khusus ditujukan untuk Israel, bukan Jerman. "Berbeda dengan perdana menteri yang menyebar kebencian, film saya menyebarkan cinta dan persatuan," ujar dia.

Dia menyatakan dukungan dan kekaguman untuk Tamer Nafar, rapper asal Palestina yang kisah hidupnya menginspirasi film Junction 48. Nafar dalam banyak lagunya menegaskan bahwa Israel adalah negara teroris.

"Apa yang membuat Tamer menjadi pria yang mengagumkan adalah karena dia tinggal di Lod, dan dari awal dia menyanyi soal fakta bahwa Israel adalah teroris sebenarnya," jelas Aloni. Lod adalah kota berpenduduk keturunan Arab-Yahudi di Israel.

Produksi film Junction 48 dibiayai oleh kementerian parwisata Israel. Menteri kebudayaan Israel Miri Regev mengatakan seharusnya negara tidak membiayai film yang memperburuk citra Israel.

"Pernyataannya [Aloni] adalah bukti jelas bahwa seniman itu melukai negara, mencemarkan nama baik dan tindakannya ini seharusnya tidak didanai oleh para pembayar pajak," ujar Regev.

Tahun lalu, lebih dari 3.000 seniman termasuk para aktor dan sutradara kenamaan Israel mengajukan petisi menolak kebijakan Regev yang menganut sayap kanan ekstrem. [yy/atjehcyber]