24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Ekonomi Buruk, Kim Jong-un Berisiko Digulingkan Militernya Sendiri

Ekonomi Buruk, Kim Jong-un Berisiko Digulingkan Militernya SendiriFiqhislam.com - Rezim Kim Jong-un yang memimpin Korea Utara (Korut) berisiko digulingkan militernya sendiri yang tidak puas dengan kondisi ekonomi yang memburuk.
 
Demikian laporan dari Industry-Academy Cooperation Foundation yang berafiliasi dengan Seoul National University of Education.
 
Laporan itu memperingatkan rezim Kim Jong-un bahwa memburuknya ekonomi di Korut yang diperparah dengan rentetan sanksi dari berbagai negara dapat melemahkan legitimasi pemerintahan Partai Buruh yang berkuasa di Korut.

Laporan yang berjudul A Study on the Party-Military Relations of the Kim Jong-un Regime" itu disusun atas mandate Kementerian Unifikasi Korsel.

Menurut laporan studi itu, kondisi ekonomi Pyongyang di bawah penguasa otokratik tidak bisa mengamankan dukungan rakyat Korut.
 
Transisi yang relatif mulus untuk rezim Kim saat ini adalah relatif hasil dari konsesi militer,” bunyi laporan itu, seperti dikutip kantor berita Yonhap, Selasa (23/2/2016). Laporan studi itu mencatat, bahwa di bawah pemimpin muda Kim Jong-un, pusat kekuasaan telah bergeser dari militer ke partai yang berkuasa.
 
Namun pergeseran pemegang kekuasaan itu, bisa berbalik bila militer nekat kembali ke panggung politik karena tidak puas dengan kegagalan Kim Jong-un dalam menopang perekonomian Pyongyang.
 
Stabilitas rezim Kim dan hubungan pihak-militer bergantung pada pertumbuhan ekonomi negara dan kelanjutan belanja militer,” sambung laporan itu.
 
Sejak Kim mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya Kim Jong-il pada bulan Desember 2011, ia telah mengambil langkah-langkah hukum untuk meningkatkan peran partai dalam mengurus negara. Kim juga telah menempatkan pejabat senior partai di pos militer untuk memperketat kontrol partai atas militer Korut.

Kondisi ini berbeda dengan era pemerintahan ayahnya, di mana militer dianggap sebagai titik tumpu kekuasaan, bukan partai politik. [yy/atjehcyber]