21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Melawan Teroris tak Perlu Berharap Bantuan Tuhan

Melawan Teroris tak Perlu Berharap Bantuan Tuhan

Fiqhislam.com - Dalai Lama, pemimpin tertinggi Buddha Tibet, mengatakan jangan terlalu banyak meminta bantuan Tuhan dalam melawan terorisme.

"Manusia yang menciptakan terorisme, dan manusia yang harus melawannya dengan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan," ujar Dalai Lama saat dimintai komentar soal Serangan Paris.

"Kita tidak bisa memecahkan masalah terorisme hanya dengan berdoa," lanjutnya. "Mari bekerja demi perdamaian."

Tenzing Gyatso, demikian nama asli Dalai Lama ke-14 itu, juga mengatakan manusia harus fokus pada tindakan non-kekerasan agar dapat membalikan pertumpahan darah.

Pernyataan Dalai Lama dibesar-besarkan beberapa media, yang mengatakan pemimpin itu menghentikan gerakan Pray for Paris. Akibatnya, muncul protes dan tuduhan bahwa Dalai Lama menganggap doa tidak efektif.


"Doa itu tidak pasif," tegas Rev Luigi Gioia, biarawan Ordo Benekdiktus. "Doa itu membantu. Ketika kita merasa tidak berdaya, ini adalah cara kita lebih dekat satu sama lain dengan Tuhan."

"Melalui doa kita mengumpulkan kekuatan, kita menjadi satu masyarakat," lanjut Gioia.

Sebagai seorang Buddhis, Dalai Lama mengatakan percaya doa. Namun di sisi lain Dalai Lama seolah mengatakan adalah tidak logis meminta bantuan Tuhan ketika manusia menciptakan masalah.

Dalai Lama percaya hanya sebagian kecil orang yang melakukan kekerasan dan masalah timbul dari perbedaan yang berkait dengan kepercayaan agama dan kebangsaan. Ia menyatakan kebanyakan orang damai secara alami, karena tidak ada dasar atau pembenaran untuk membunuh. [yy/inilah]

 

Uskup Canterbury 'Ragukan' Tuhan karena Serangan Paris

Uskup Agung Canterbury mengatakan serangan teror Paris, Prancis membuatnya 'meragukan' kehadiran Tuhan.

Pendeta Justin Welby mengatakan kepada BBC pembunuhan itu menimbulkan 'kerusakan baju bajanya'.

Dia mengatakan reaksinya terhadap serangan itu pertama-tama adalah terkejut dan horor, kemudian kesedihan mendalam dan perasaan itu memburuk karena dia dan istri sempat tinggal di Paris selama lima tahun.

Uskup Agung mengatakan," Sabtu pagi, saya sedang keluar dan saat berjalan dan berdoa dan mengatakan:' Tuhan, mengapa -mengapa ini terjadi? Apa keterlibatan Anda dalam semua hal ini? Kemudian saya berhubungan dan berbicara dengan Tuhan. Ya, saya meragukan."

Serangan bunuh diri bersenjata pada tanggal 13 November, yang dilakukan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, menewaskan 129 orang.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, akan bertemu Presiden Prancis, Francois Hollande, di Paris pada hari Senin (23/11) untuk membicarakan perang melawan teror.

Mereka akan merundingkan cara kerja sama melawan terorisme dan perang menentang ISIS di Suriah dan Irak, kata sejumlah pejabat Inggris. [yy/news.detik]