13 Safar 1443  |  Selasa 21 September 2021

basmalah.png

Di Israel Ada Sekolah untuk Jadi Nabi

Di Israel Ada Sekolah untuk Jadi Nabi

Fiqhislam.com - Israel semakin keblinger. Di Negeri Zionis itu ada sekolah yang lulusannya bakal mendapat gelar 'nabi'.

Sekolah bernama 'Cain and Abel School for Prophet' itu menarik biaya 200 shekel (sekira 53 dolar AS) bagi siapa saja yang berniat memiliki gelar nabi. Gilanya, untuk mendapatkan gelar Nabi, para siswanya hanya perlu mengikuti 40 kelas singkat.

Sekolah tersebut memberikan sertifikat kepada siapapun yang dinyatakan lulus. Peraturan di sekolah itu juga tidak ketat.

Siswa-siswa di sekolah tersebut boleh masuk kelas hanya mengenakan kaos oblong, memakai gadget selama pelajaran, hingga ada yang menenteng gitar masuk ke dalam kelas. Bahkan ada siswa yang tak segan keluar kelas untuk sekedar merokok.

Di sekolah ini, para siswa belajar tentang arti mimpi, klasifikasi malaikat, dan misteri roh kudus. Mereka belajar bagaimana membedakan perasaan batin seseorang dari perilaku eksternal dan penampilan.

Satu-satunya guru sekolah itu Shmuel Hapartzy percaya, Messias telah datang dan usia penebusan sudah dekat. Artinya, sekolah itu disiapkan untuk menyambut nabi baru.

Anehnya, Hapartzy mengaku tidak menjamin studi di sekolah tersebut bisa membuat murid-muridnya bisa langsung berinteraksi dengan Tuhan.

Hapartzy menjelaskan kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut adalah mengikuti sifat-sifat seorang nabi. Sehingga, jika murid-muridnya sudah bisa menguasai kurikulum yang diajarkan, mereka bisa mendapatkan ijazah bergelar nabi.

"Di masa lalu ada nabi. Tetapi sekarang, di zaman modern, Ketuhanan ada pada semua orang. Kita hanya perlu membuka mata kita untuk itu," kata Hapartzy, seperti dinukil dari AP.

Sekolah itu berada di sebuah pusat keagamaan di tempat kumuh di selatan Tel Aviv. Pusat keagamaan itu dikenal tempat yang menampung moral jalanan dibanding mempelajari soal agama. Pusat keagamaan itu mendapat sumbangan dari biaya masuk para murid-murid sekolah nabi. [yy/republika]

Profesor Yahudi: Tidak Ada Cara Jadi Nabi

Sekolah 'Cain and Abel School for Prophet' yang memberikan gelar 'nabi' kepada para lulusannya, dihujat sejumlah umat Yahudi.

Profesor pemikir Yahudi Universitas Ibrani Hebrew, Yerusalem Rachel Elior mempertanyakan bagaimana orang biasa menjadi nabi, dan siapapun dapat belajar menjadi nabi.

"Tidak ada cara untuk mengajarkan kenabian, ini seperti membuka sekolah untuk menjadi Einstein atau Mozart," kata Elior seperti dinukil dari AP.

Menurut kepercayaan Yahudi, tidak ada nabi sejak pasukan Romawi menghancurkan Solomon Temple kedua di Yerusalem. Dan era kenabian hanya akan dihidupkan kembali ketika Messias datang dan Solomon Temple kembali berdiri.

Kelas perdana sekolah tersebut dibuka bulan ini. Sebanyak 12 siswa dari usia 18 sampai 50 tahun mendaftar di sekolah tersebut.


Satu-satunya guru di sekolah tersebut, Shmuel Hapartzy tidak memiliki latar belakang agama Yahudi yang kuat. Pria 34 tahun itu adalah seorang insinyur perangkat lunak. Ia imigran Rusia, dan memiliki jenggot panjang. Sehari-hari, pria yang mengaku awalnya ateis alias tak mempercayai keberadaan Tuhan itu mengenakan pakaian hitam ala Yahudi ultra-Ortodoks. 

Hapartzy pernah mempelajari mistisisme, filsafat Cina, astrologi, ilmu hitam dan sekte Kristen. Sampai akhirnya ia berpaling ke Yudaisme.

Namun, sejumlah kalangan di Israel menghujat sekolah tersebut. Bahkan mereka menuding sekolah itu hanya penipuan.

Yang menarik, siswa sekolah itu juga tidak yakin, setelah lulus mereka bakal menjadi seorang nabi. Apalagi Yahudi tidak mempercayai sejumlah orang yang mengaku-ngaku nabi.

Seorang siswa, Darya Popdinitz mengakui pengetahuannya tentang nabi alkitab terbatas. Karenanya, ia penasaran mengikuti kelas singkat di sekolah tersebut.

Siswa lainnya, Roie Greenvald, (27) yang merupakan seorang instruktur tenis tak yakin kebenaran sekolah tersebut. "Aku tidak akan menjadi seorang nabi," kata Greenvald. [yy/republika]