fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Grafiti Anti Katolik di Melbourne Sebut Nama Kardinal George Pell

Grafiti Anti Katolik di Melbourne Sebut Nama Kardinal George Pell

Fiqhislam.com - Sebuah gedung milik Gereja Katolik serta sebuah gedung pengadilan di Melbourne, dicoreti dengan nama George Pell, mantan Uskup Agung Melbourne. Grafiti anti Katolik ini diduga terkait dengan kasus pelecehan seksual anak-anak yang kini sedang diselidiki oleh sebuah komisi khusus.

Polisi yang mendapati grafiti itu, Rabu (25/11/2015) mengatakan pesan bernada penghinaan ditujukan kepada Kardinal George Pell, yang kini bertugas di Vatikan.

Grafiti tersebut ditemukan di gedung Victorian County Court serta di sebuh gedung milik Keuskupan Melbourne.

Para pegawai pengadilan telah berusaha menghapus kata-kata penghinaan terhadap Kardinal Pell tersebut, dan menutupinya dengan plastik hitam.

Pekan ini, komisi khusus penanganan pelecehan seksual anak-anak (Royal Commission into Institutional Responses to Child Sexual Abuse), akan bersidang memeriksa seluruh laporan terkait kasus yang terjadi di Keuskupan Melbourne.

Komisi menggunakan gedung pengadilan di Melbourne untuk memeriksa laposan kasus ini.

Komisi saat ini melakukan penyelidikannya di Melbourne untuk tiga pekan ke depan, dan akan memeriksa seluruh tuduhan terhadap petugas gereja yang pernah bertugas di Holy Family Parish serta sekolah yang dikelolanya yang terletak daerah Doveton.

Komisi juga dijadwalkan akan memeriksa respon Keuskupan Agung Melbourne mengenai tuduhan terhadap Pastor Wilfred Baker, Pastor David Daniel, Pastor Nazareno Fasciale, Pastor Desmond Gannon , Pastor Paul Pavlou serta Pastor Ronald Pickering.

Kardinal George Pell yang kini bertugas di Vatikan telah dipanggil untuk memberi kesaksian dalam pemeriksaan ini. [yy/news.detik]

92 Persen Pelaku Pelecehan Seksual di Keuskupan Melbourne adalah Pria

Lebih dari 450 korban pelecehan seksual anak-anak telah melaporkan pastor dan pekerja gereja lainnya di Keuskupan Agung Melbourne sejak tahun 1980. Dari mereka yang dituduh sebagai pelaku, hanya 8 persen wanita dan 92 persen merupakan pria.
gail furness    
Pejabat senior komisi Gail Furness, SC, mengungkapkan Keuskupan Melbourne membayar ganti rugi hampir 17 juta dollar dalam kasus pelecehan seksual anak-anak. (Credit: Audience Submitted)

Hal ini terungkap dalam pemeriksaan komisi khusus penanganan pelecehan seksual anak-anak (Royal Commission into Institutional Response to Child Sexual Abuse) di Melbourne, Selasa (24/11/2015). Pemeriksaan ini bersifat terbuka untuk umum.

Pejabat senior Gail Furness, SC, menjelaskan komisi ini telah melakukan survei terhadap seluruh Gereja Katolik di Australia.

Diungkapkan, mayoritas laporan yang terkait dengan Keuskupan Melbourne adalah kasus yang terjadi antara tahun 1950 dan 1989. Kasus yang terjadi pada tahun 1970an paling banyak dilaporkan.

Terungkap bahwa lebih dari 300 laporan telah ditindaklanjuti dengan pembayaran ganti rugi kepada korban. Pihak gereja membayar hampir 17 juta dollar (Rp 170 miliar) bagi biaya pengobatan, biaya berperkara dan biaya lainnya. Rata-rata seorang korban menerima sekitar 52 ribu dollar (Rp 520 juta).

Disebutkan bahwa umumnya mereka yang dituduh sebagai pelaku adalah kaum pria dan hanya 8 persen wanita.

Komisi saat ini melakukan penyelidikannya di Melbourne untuk tiga pekan ke depan, dan akan memeriksa seluruh tuduhan terhadap petugas gereja yang pernah bertugas di Holy Family Parish serta sekolah yang dikelolanya yang terletak daerah Doveton.

Komisi juga dijadwalkan akan memeriksa respon Keuskupan Agung Melbourne mengenai tuduhan terhadap Pastor Wilfred Baker, Pastor David Daniel, Pastor Nazareno Fasciale, Pastor Desmond Gannon , Pastor Paul Pavlou serta Pastor Ronald Pickering.

Kardinal George Pell yang kini bertugas di Vatikan telah dipanggil untuk memberi kesaksian dalam pemeriksaan ini.

Sementara itu komisi telah menerima laporan terperinci mengenai perilaku "aneh" dari pastor Melbourne, Peter Searson, yang dituduh dalam empat kasus.

Menurut pejabat senior komisi Gail Furness, ada laporan mengenai Pastor Searson sejak saat ia menjabat di Sunbury tahun 1970an hingga di Doveton tahun 1980an.

Laporannya antara lain menyebutkan Searson memiliki senjata di sekolah, mempertontonkan kebrutalan terhadap hewan serta mayat di depan anak-anak, dan bertindak seksual terhadap anak-anak.

"Dia dituduh menyuruh anak-anak duduk di pangkuannya saat melakukan pengakuan dosa, menyuruh anak-anak berlutut di sela selangkangannya, merekam pengakuan dosa, memeluki anak-anak gadis," kata Furness.

"Dia juga dilaporkan selalu pergi ke toilet anak laki-laki padahal para staf punya toiletnya sendiri yang terpisah," katanya.

Di tahun 1989, 4 perwakilan sekolah keagamaan tempat Searson bertugas itu bertemu dengan Kardinal Pell.

Namun menurut Furness belum pernah ada penyelidikan serius terkait segala laporan mengenai perilaku Searson.

Di tahun 1989 akhirnya gereja melarang Searson berpraktek sebagai pastor.

Para saksi terkait perilaku Searson ini akan memberikan kesaksikan mereka dalam pemeriksaan komisi di Melbourne pekan ini. [yy/australiaplus]