21 Rabiul-Awal 1443  |  Rabu 27 Oktober 2021

basmalah.png

Paus Benedict XVI Mengundurkan Diri

Paus Benedict XVI Mengundurkan Diri

Fiqhislam.com - Paus Benedict XVI mengumumkan rencana pengunduran dirinya, Senin (11/2). Secara resmi, Paus akan meninggalkan singgasana pemimpin Katolik pada 28 Februari 2013.

Pengumuman mengejutkan tersebut semula dilaporkan kantor berita Italia, Ansa. Ansa melaporkan, keputusan Paus yang terkesan mendadak itu mendapat konfirmasi dari Juru Bicara Vatikan, Federico Lombardi, yang mengatakan, “Paus mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan kepausannya pada pukul tujuh malam (waktu Irlandia, Red) pada 28 Februari.”

Dalam sebuah pernyataan, Paus mengatakan dia ingin 'mengkomunikasikan' keputusan yang sangat penting untuk kehidupan Gereja.” Melalui pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Latin kepada anggota Dewan Gereja dan diedarkan oleh Vatikan, Senin (11/2), Paus menerangkan alasan pengunduran dirinya.

“Setelah berulang kali memeriksa hati nurani saya di hadapan Allah, saya datang untuk kepastian bahwa kekuatan saya, karena usia lanjut, tidak tepat lagi untuk menjadi pelayan di Kementerian Petrine (pemerintahan Santo Petrus, Red),” ujar Paus. Paus meyakini, dalam dunia saat ini, yang 'tunduk pada perubahan yang begitu cepat dan diguncang pertanyaan tentang hubungan yang dalam tentang kehidupan agama', diperlukan kekuatan pikiran dan tubuh untuk menjalankan peran Paus.

Dia mengakui, selama beberapa bulan terakhir, kekuatan pikiran dan tubuhnya terus memburuk. Paus pun menyadari, ketidakmampuan pikiran dan tubuhnya tidak bisa dipaksakan untuk terus menyandang dengan layak kepausan yang dipercayakan padanya.

Dalam pidatonya, Paus menekankan kalimat bahwa kepemimpinan itu, karena amat penting dalam kehidupan spiritual, harus dilaksanakan bukan hanya dengan kata dan perbuatan, namun juga dengan doa dan penderitaan. Dengan alasan dan kesadaran atas keseriusan dari tindakan itu, kata Paus, maka dengan penuh kebebasan dia harus menyatakan meninggalkan pelayanan Uskup Roma, Penerus Santo Petrus, yang dipercayakan kepada Paus oleh para Kardinal pada 19 April 2005.

Pada bagian akhir pidatonya, Paus pun menyampaikan ucapan terima kasih terhadap amanah yang diberikan kepadanya. Dia juga berharap para kardinal bisa memilih Paus Agung yang baru setelah hari pengunduran dirinya. Selanjutnya, Paus Benedict XVI akan tetap setia melayani Gereja Suci Tuhan melalui “kehidupan yang didedikasikan untuk doa”. Sesuai tradisi Gereja Katolik Roma, konklaf atau pemilihan Paus baru digelar sebelum akhir Maret 2013.

Radio Vatikan menyatakan, pengunduran diri pria kelahiran Jerman yang akan berusia 86 tahun pada April mendatang itu, merupakan bentuk keputusan penting bagi kehidupan gereja. Paus Benedict XVI adalah Paus pertama yang mengundurkan diri setelah berabad-abad silam. Pengunduran diri Paus memang tak lazim dalam tradisi kanun Vatikan. Paus terakhir yang mundur adalah Paus Gregory XII pada 1415.

Paus Benedict XVI berusia 78 ketika terpilih pada tahun 2005 menggantikan Paus Yohanes Paulus II yang meninggal dunia. Paus yang mempunyai nama asli Joseph Ratzinger adalah salah satu dari paus-paus baru yang tertua dalam sejarah Vatikan. Setidaknya dalam 275 tahun terakhir sejak Paus Klemens XII yang terpilih pada 1730. Saat terpilih, Paus Klemens XII berusia tiga bulan lebih tua dari Ratzinger yang kini berusia 85 tahun.
[yy/republika]

 

{AF}'Sebelumnya, Paus Hanya Berhenti Karena Meninggal Dunia'

Paus Benedict XVI Mengundurkan Diri

Mundurnya Paus Benedictus XVI dipertanyakan sebagian kalangan Umat Kristen. Pasalnya, paus sebelumnya hanya berhenti menjabat sebagai paus karena meninggal dunia.

Peristiwa ini kemunduran paus ini pun dinilai sangat jarang terjadi."Sangat jarang, karena Paus sebelumnya digantikan karena meninggal dunia," katanya Uskup Agung Semarang Mgr Johanes Puja Sumarta seperti dikutip Antara, Senin (11/2).

Uskup pun meminta umat Kristiani tidak gelisah dengan keputusan mundur Paus Benediktus XVI. Menurut dia, umat Kristiani dapat terus berkarya untuk dunia dan umat manusia dengan penyertaan Roh Kudus.

Meski terkesan janggal, Johannes menyatakan bahwa pihaknya cukup memahami keputusan Paus untuk mengundurkan diri. Ia mengapresiasi berbagai karya dan prestasi yang telah diberikan oleh Paus Benediktus XVI.

"Kita semua bersyukur atas dedikasi beliau terhadap dunia serta warisan yang ditinggalkannya," katanya. Selanjutnya, kata dia, akan dilakukan pemilihan Paus atau konklaf oleh para kardinal di Vatikan. Dia tidak mengetahui siapa calon yang akan menggantikannya dan kapan waktu pemilihan.

Sebelumnya, Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya terhitung 28 Februari 2013 pukul 20.00. Paus mengatakan bahwa dirinya tak lagi memiliki kekuatan untuk menjalankan tugas-tugas kepausan. [yy/republika]{/AF}

 

{AF}Paus Mundur Dianggap tak Lazim

Paus Benedict XVI Mengundurkan Diri

Uskup Agung Semarang, Mgr Johanes Puja Sumarta, meminta umat Kristiani tidak gelisah dengan keputusan mundur Paus Benediktus XVI. Kekaryaan paus asal Jerman itu harus tetap disyukuri para umat.

"Benar, Sri Paus mengumumkan pengunduran dirinya yang disampaikan langsung oleh beliau," kata Uskup di Semarang, Senin (11/1).

Menurut dia, meski pun Paus mengundurkan diri, namun umat Kristiani dapat terus berkarya untuk dunia dan umat manusia.

Sumarta menyatakan, pihaknya cukup memahami keputusan Paus Benediktus XVI mengundurkan diri. Berbeda dengan "kelaziman" selama ini, Paus Benediktus XVI asal Jerman itu mengundurkan diri saat dirinya masih dalam keadaan sehat walafiat.

Dia mengumumkan secara resmi, akan mundur dari Tahta Kepausan terhitung pukul 20.00 waktu setempat, 28 Februari nanti. Satu-satunya keterangan yang diumumkan Tahta Suci Vatikan adalah Paus Benediktus XVI tidak lagi memiliki kekuatan melaksanakan tugas pontifisiatnya.

Pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II asal Polandia, telah wafat sebelum konklaf para kardinal sedunia digelar di Vatikan untuk memilih paus baru. Dia paus pertama yang bukan berasal dari Italia sepanjang sejarah kepausan.

"Sangat jarang, karena paus sebelumnya digantikan karena meninggal dunia," kata Sumarta.

Sungguhpun demikian, Sumarta mengapresiasi berbagai karya dan prestasi yang telah diberikan oleh Paus Benediktus XVI. "Kita semua bersyukur atas dedikasi beliau terhadap dunia serta warisan yang ditinggalkannya," katanya.

Sejalan pengunduran resmi Paus Benediktus XVI ini, akan digelar konklaf yang waktunya akan ditetapkan kemudian. [yy/republika]{/AF}

 

{AF}Korban Pelecehan Seks Gembira Paus Mundur

Paus Benedict XVI Mengundurkan Diri

Sebuah kelompok yang mengaku mewakili korban pelecehan seksual menyambut baik keputusan Paus Benediktus XIV mundur.

Mereka mengatakan keputusan itu hanya upaya kecil untuk menghentikan teror pendeta yang melakukan pelecehan terhadap anak-anak.

Jaringan Korban Kekerasan Pendeta (The Survivors Network of those Abused by Priests/SNAP) menerbitkan pernyataan, Senin (11/2) waktu setempat. Mereka menyerukan agar Paus berikutnya memberikan bantuan kepada pendeta dalam kasus kekerasan seksual.

"Korban menyambut pengunduran diri seorang pejabat gereja dengan kekuatan besar (tapi) melakukan begitu sedikit untuk menghentikan teror pendeta pemerkosa anak-anak," ungkap juru bicara SNAP, Nicky David seperti dikutip PressTV.

Sebelumnya, Paus Benediktus XVI, pemimpin spiritual Kristen akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 28 Februari 2013 mendatang. Ia mengaku tidak lagi mampu melaksanakan tugasnya karena faktor usia.

Vatikan baru-baru ini mendapat sorotan atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kasus tersebut ditutupi para pendeta untuk melindungi pedofil dan reputasi.

Selain kelompok itu, sebuah kelompok yang mewakili korban pelecehan seksual anak di Irlandia menyambut baik keputusan Paus Benediktus. Menurut mereka, Paus telah berjanji banyak tapi tidak berbuat apa-apa. [yy/republika]{/AF}

 

{AF}Siapakah pengganti Paus Benediktus?

Pasca pengumuman pengunduran diri Paus Benediktus XVI yang mengejutkan, sejumlah nama yang diprediksi sebagai kandidat paus berikutnya mulai ramai diperbincangkan.

Kantor berita BBC melaporkan, diantara nama-nama yang disebut adalah Uskup Agung Milan, Angelo Scola.

Ia dinilai memiliki banyak kecocokan dengan Paus Benediktus. Demikian pula Mark Oullet dari Kanada yang merupakan salah satu murid Benediktus.

Spekulasi tentang kemungkinan naiknya Peter Turkson dari Ghana sebagai pemimpin Gereja Katolik pertama yang berasal dari Afrika.

Saat Paskah 31 Maret mendatang, bukan tidak mungkin salah satu dari pria itu akan bertugas.

Vatikan mengatakan Benediktus akan menetap di dalam biara kontemplasi di Vatikan tapi ia bebas untuk pergi keluar.

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan ia tidak yakin gelar apa yang akan disandang Benediktus kelak, kemungkinan ia akan disebut dengan Paus Emeritus.

Dalam surat pengunduran diri dalam bahasa Latin, yang dibacakan sendiri, Paus mengatakan dirinya akan meninggalkan jabatannya pada 28 Februari.

"Usia yang makin uzur membuat saya tidak mungkin lagi meneruskan tugas-tugas sebagai Paus," kata Benediktus.

Ia diangkat menjadi Paus pada 2005 menggantikan Paus Yohannes Paulus II. [yy/kontan]{/AF}

 

{AF}Naskah Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI

Paus Benedict XVI Mengundurkan Diri

Paus Benediktus XVI sudah mengumumkan pengunduran dirinya, dan berikut adalah terjemahan dari Bahasa Inggris atas pernyataan lengkap pengunduran diri Paus seperti dikutip BBC, Senin (11/2).

Saudara-saudara yang terkasih,

Saya sudah memanggil Anda ke konsistori ini, bukan hanya untuk tiga kanonisasi (penetapan orang suci), namun juga untuk mengkomunikasikan kepada Anda sebuah keputusan yang memiliki kepentingan besar bagi kehidupan gereja.

Setelah berulang kali merenungkan keyakinan di depan Tuhan, saya sampai pada keputusan bahwa kekuatan saya, karena usia yang lanjut, tidak tepat lagi untuk melaksanakan secara memadai Pelayanan Santo Petrus.

Saya sadar bahwa kepemimpinan itu, karena amat penting dalam kehidupan spiritual, harus dilaksanakan bukan hanya dengan kata dan perbuatan, namun juga dengan doa dan penderitaan.

Bagaimanapun, dalam kehidupan dunia saat ini, karena demikian banyaknya perubahan yang cepat dan guncangan atas relevansi mendalam atas keyakinan dalam kehidupan, demi mengarahkan perahu Santo Petrus dan menyerukan injil, kekuatan tubuh dan pikiran diperlukan, kekuatan yang dalam beberapa bulan belakangan memburuk, sehingga mencapai tingkat bahwa saya harus mengakui ketidakmampuan saya secara cukup untuk memenuhi pelayanan yang dipercayakan kepada saya.

Dengan alasan itu, dan kesadaran atas keseriusan dari tindakan itu, dengan penuh kebebasan saya menyatakan meninggalkan pelayanan Uskup Roma, Penerus Santo Petrus, yang dipercayakan kepada saya oleh para Kardinal pada 19 April 2005, dengan cara bahwa mulai 28 Februari 2013 pada pukul 20.00, Tahta Roma, Tahta Santo Petrus akan kosong dan sidang untuk memilih Paus Agung akan dipanggil oleh yang berkompeten untuk itu.

Saudara-saudara yang terkasih, saya mengucapkan terima kasih yang sejujur-jujurnya untuk cinta dan pekerjaan yang Anda dukung dalam pelayanan saya dan saya meminta maaf atas semua kekurangan saya.

Dan kini, mari kita serahkan Gereja Suci kepada Pendeta Agung kita, Tuhan kita Yesus Kristus, dan memohon Bunda Suci Maria, agar membantu para Kardinal dengan perlindungan kasih dalam memilih Paus Agung yang baru.

Dalam kaitan dengan saya, saya juga akan setia melayani Gereja Suci Tuhan di masa depan melalui kehidupan yang didedikasikan untuk doa. [yy/republika]{/AF}

 

***