21 Syawal 1443  |  Senin 23 Mei 2022

basmalah.png

RUU Gay-Lesbian Inggris: Bila Ratu Lesbian, maka Anaknya Tetap Sah Jadi Pewaris Tahta

Fiqhislam.com - Sebuah RUU untuk melegalkan pernikahan gay di Inggris telah melewati rintangan penting di parlemen, meskipun ada upaya oleh mayoritas politisi dari Partai Konservatif  untuk membatalkan rencana itu.

Anggota House of Commons pada hari Selasa mayoritas (366-161) mendukung RUU pernikahan sesama jenis, kemudian Draftt RUU itu akan dibawa ke majelis tinggi negara itu untuk dipertimbangkan.

RUU kemungkinan akan menghadapi perlawanan dari oposisi yang kuat ketika diperdebatkan di House of Lords pada bulan depan, terutama dari 26 uskup yang duduk di kursi parlemen.

Cameron terpaksa membuat kesepakatan koalisi dengan Partai Buruh untuk mengesahkan RUU pernikahan sejenis karena banyak anggota partainya sendiri telah mencoba untuk mencegah RUU itu lolos.

Kegagalan Cameron untuk menyatukan partainya atas persetujuan pernikahan gay beresiko merusak peluangnya untuk terpilih kembali pada tahun 2015, walaupun ekonomi menunjukkan tanda-tanda pulih.

Inggris telah mempertimbangkan dan melihat tidak ada protes massa atas pengesahan pernikahan gay yang diadakan di Perancis, yang akhir pekan lalu menjadi negara keempat belas di dunia yang melegalkan pernikahan tersebut, tetapi nyatanya di Inggris beberapa demonstran berkumpul di luar House of Commons pada hari Senin lalu.

Polling di Inggris menyebutkan sekitar 54 persen warga Inggris mendukung pasangan sesama jenis untuk menikah, menurut jajak pendapat YouGov untuk Sunday Times.

“Misal kita memiliki seorang ratu Inggris yang lesbian dan dia menikahi sesame jenis dan kemudian ia memutuskan ingin memiliki anak dan seseorang pria  menyumbangkan sperma untuk bayi tabung dan kemudian  bila ia melahirkan seorang anak, anak itu adalah tetap pewaris tahta?” katanya kepada The Big Issue majalah. [yy/eramuslim.com]