23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Dalai Lama: Pengganti Saya Bisa Jadi Seorang Wanita

Dalai Lama: Pengganti Saya Bisa Jadi Seorang Wanita

Fiqhislam.com - Pemimpin Spiritual Tibet, Dalai Lama, saat berkunjung ke Australia Kamis (13/6/2013) mengkritisi diskriminasi jender. Dia mengatakan, kelak penggantinya untuk memimpin Tibet bisa jadi seorang wanita.

”Jika keadaan yang sedemikian rupa sehingga perempuan Dalai Lama lebih berguna, maka secara otomatis Dalai Lama yang akan datang adalah wanita,” katanya dalam konferensi pers di Sydney, untuk memulai tur 10 hari di Australia.

Pemimpin Tibet yang diasingkan selama 77 tahun itu, juga ditanya tentang konflik jender yang menyinggung kembali Perdana Menteri Australia, Julia Gillard pada pekan ini. Dalai Lama menjawab, bahwa dunia menghadapi krisis moral ketidaksetaraan dan penderitaan. Sehingga membutuhkan pemimpin yang penuh kasih sayang.

”Dalam hal itu, secara biologis, perempuan memiliki lebih banyak potensi,” katanya. ”Wanita memiliki sensitivitas yang lebih tentang kesejahteraan,” lanjut pemimpin yang pernah membuat pemerintah China berang tersebut. ”Dalam kasus saya sendiri, ayah saya pernah marah. Pada beberapa kesempatan, saya juga pernah mengalami beberapa pemukulan. Tapi, ibu saya begitu luar biasa penuh kasih,” imbuh Dalai Lama.

Pemimpin Partai Buruh Australia, Gillard menyatakan pada Selasa, bahwa kubu konservatif akan meminggirkan perempuan dan mengatur kembali undang-undang aborsi jika mereka menang Pemilu nasional bulan September. Pada Rabu, ia menuduh pemimpin oposisi, Tony Abbott dengan perilaku misoginis, yang memicu tuduhan yang membuat orang marah.

Dalai Lama, pernah meraih Nobel Perdamaian, ketika melarikan diri dari kekuasaan China atas Tibet pada tahun 1959. Di Australia, dia akan berbicara di Sydney, Melbourne, Adelaide dan Darwin. [yy/
sindonews.com]