20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
ARTIKEL UMUM

Komnas HAM Diminta Tak Takut Tekanan Barat soal Status LGBT

Komnas HAM Diminta Tak Takut Tekanan Barat soal Status LGBT

Fiqhislam.com - Tidak ada keyakinan manapun di dunia yang merestui dan mengesahkan status lebian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Karena kelompok ini jelas menyimpang dan menyalahi fitrah manusia, demikian disampaikan Wakil Sekjen Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia(MIUMI), Fahmi Salim, MA.

“Di dunia ini semua agama menolak kelompok LGBT, karena dianggap telah menyimpang dari fitrah kemanusiaannya. Jadi kelompok LGBT seharusnya masuk dalam kategori asusila dan tidak beradab,” demikian disampaikan Fahmi Salim kepada hidayatullah.com, Selasa (02/07/2013) menanggapi pemberitaan rencana Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) yang akan mengadakan sidang paripurna menentutan status hukum dan eksistensi kelompok LGBT di Indonesia mulai tanggal 3-4 Juli 2013 ini. [baca: Anggota Komnas Tolak Status LGBT sebagai HAM ]

“Hewan saja yang tidak berakal tidak mau melakukan hubungan seksual dengan sesama jenisnya,  apa lagi manusia yang mempunya pikiran, ucap Fahmi.

Menurutnya, tindakan kelompok LGBT  sudah melampui takdir penciptaannya sebagai manusia. Salah satu tujuan penciptaan manusia adalah untuk bergenerasi. Kodrat manusia sebagai mahluk reproduksi, yang bisa menghasilkan keturunan inilah yang telah dilanggar kelompok LGBT, ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, tidak ada satu pun alasan rasional yang bisa melegalkan kelompok LGBT, hatta dengan alasan HAM.

“Di luar negeri kelompok LGBT ini dilarang melakukan kampanye, karena dianggap merusak tatanan kemanusiaan,” ujarnya.

Jadi alasan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi hanya sebuah kedok kelompok LGBT untuk menutup penyimpangan seksual mereka.

Diperbaiki

Menurut pria yang juga anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat ini, sebagai negara yang berketuhanan yang Maha Esa, kehadiran kelompok LGBT dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Kelompok LGBT tidak seharusnya dilegalkan, karena telah melanggar Hak Asasi Manusia dalam pandangan Islam, semestinya LGBT itu diislahkan, diperbaiki ketimpangannya,” ujarnya.

Karena itu, Komnas HAM seharusnya tak membiarkan kelompok LGBT menjadi legal hanya karena takut dengan tekanan Barat.

“Tidak usah takut karena berbeda dengan HAM universal, karena sebenarnya HAM yang paling baik dalam kehidupan ini adalah Islam.”

Indonesia diminta berani menindak tegas terhadap kelompok ini demi menjaga semangat Pancasila yang ber ruh tauhid dan dipenuhi nilai-nilai ilahiyah. Ia juga meminta negara membatasi kegiatan propaganda mereka. Sebab jika tidak,  kelompok ini akan terus menyebarkan virus penyimpangannya pada generasi berikutnya.

Mumpung mau memasuki Ramadhan, ia mengajak Komnas ikut beramai-ramai menolak kemunkaran.

“Mari kita lakukan gerakan menolak kemunkaran, jangan rusak bulan suci ini dengan melanggar nilai-nilai kefitrahan  sebagai manusia,” ucap Fahmi.

Samsul Bahri
yy/hidayatullah.com

{AF}Anggota Komnas Tolak Status LGBT sebagai HAM

Anggota Komnas Tolak Status LGBT sebagai HAM Rencana Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang akan segera menentukan  posisinya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia diakui anggota komisioner KOMNAS HAM, Manager Nasution.

Menurut Nasution, status  mengenai LGBT akan diputuskan dalam sidang paripurna di Komnas 2-3 Juli ini.

“Komnas HAM pada sidang paripurna 2-3 juli 2013 akan memutuskan soal status hukum dan eksistensi LGBT di Indonesia, “ ujarnya kepada hidayatullah.com, Selasa (02/07/2013) membenarkan.

Meski demikian, ia mengaku, akan tetap mendorong Komnas agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

“Saya akan mendorong agar Komnas jangan tergesa berkesimpulan, sebaiknya ada publik dulu. Dan, kalaupun pun harus voting, sikap dasar saya jelas, menolak LGBT sebagai HAM, menolak perkawinan sejenis, karena ini pengingkaran kodrati, penyimpangan perilaku, dan pelanggaran tehadap agama,” tambahnya.

Menurut Nasution, pembahasan mengenai LGBT sudah berlangsung sejak lama. Akan tetapi, Komnas HAM belum menentukan posisinya terkait persoalan itu.

Menurut Nasution, masih ada perbedaan pendapat dalam tubuh Komnas HAM untuk menyikapi LGBT. Karena itu, ia menekankan untuk diadakannya uji publik sebelum 13 komisioner menentukan posisi Komnas HAM terhadap persoalan terkait.

Saat ditanya bagaimana agar masyarakat ikut berpartisipasi, ia mengatakan, masyarakat bisa berkirim email ke alamat komnas ham: info@komnasham.go.id [yy/
hidayatullah.com]{/AF}

.