21 Safar 1443  |  Rabu 29 September 2021

basmalah.png

Pengadilan AS Larang Bayi Dinamai "Messiah"

Pengadilan AS Larang Bayi Dinamai "Messiah"

Fiqhislam.com - Pengadilan di Tennessee, Amerika Serikat, melarang menggunakan nama "Messiah" sebagai nama anak. Itulah sebabnya, pengadilan mengubah nama seorang bayi yang menggunakan kata ini menjadi "Martin".

Diberitakan WBIR, Minggu 11 Agustus 2013, Hakim Perlindungan Anak Pengadilan Distrik Tennessee, Lu Ann Ballew, mempermasalahkan bocah dengan nama Messiah DeShawn McCullough. Menurutnya, nama Messiah adalah julukan untuk Yesus dalam agama Kristen.

Messiah biasa disebut juga Al-Masih berarti Sang Juru Selamat. "Messiah adalah sebuah gelar, dan gelar ini hanya milik satu orang, dan orang itu adalah Yesus Kristus," kata Ballew.

Akhirnya, pengadilan memutuskan untuk mengganti nama Messiah menjadi Martin. Ayah bayi tujuh bulan ini, Jaleesa Martin, mengaku kecewa atas keputusan hakim dan mengajukan banding.

Menurutnya, nama Messiah sangat pas, mengingat dua anaknya sebelumnya bernama Micah dan Mason.

"Saya terkejut. Saya tidak berniat menamai anak Messiah karena itu artinya Tuhan dan saya tidak mengira hakim bisa mengubah nama anak saya karena keyakinan agamanya," kata Jaleesa.

Hakim Balley mengaku ini kali pertama dia memerintahkan nama seseorang diubah. Dia berkilah keputusannya ini tepat untuk anak itu, terutama karena bocah itu akan tinggal di negara yang penduduknya mayoritas beragama Kristen.

"Nama itu bisa membuatnya canggung di tengah masyarakat dan dalam tahap ini dia tidak bisa memilih nama yang tepat untuknya sendiri," kata Ballew.

Kendati dilarang, namun nama Messiah adalah salah satu yang terbanyak digunakan orangtua untuk anaknya pada tahun 2012, menurut data tahunan nama bayi populer Badan Keamanan Sosial AS. [yy/viva.co.id]