16 Rabiul-Awal 1443  |  Sabtu 23 Oktober 2021

basmalah.png

Orang Yahudi AS Makin Atheis, Keimanan Mereka Kian Luntur

Orang Yahudi AS Makin Atheis, Keimanan Mereka Kian Luntur

Fiqhislam.com - Sebanyak 32 persen generasi Yahudi saat ini mengidentifikasi diri sebagai orang Yahudi berdasarkan keturunan, etnis atau budaya. Orang-orang Yahudi di Amerika Serikat (AS) sangat bangga menjadi Yahudi. Namun, hampir satu dalam setiap lima orang Yahudi AS menggambarkan diri mereka tidak beragama. Demikian menurut sebuah survei Pew Research Center yang dipublikasikan Selasa (1/10/2013).

Kesenjangan itu bersifat antargenerasi. Sebanyak 32 persen generasi Yahudi saat ini mengidentifikasi diri sebagai orang Yahudi berdasarkan keturunan, etnis, atau budaya, sementara 93 persen orang Yahudi yang lahir tahun 1914-1927 mengidentifikasi diri berdasarkan iman mereka.

"Pergeseran identifikasi diri dalam masyarakat Yahudi (AS) mencerminkan perubahan yang lebih luas di masyarakat AS," kata Pew’s Religion and Public Life Project dalam sebuah ringkasan laporannya yang setebal 210 halaman. "Orang-orang Amerika secara keseluruhan, bukan hanya orang Yahudi, semakin menjauhkan diri dari setiap afiliasi agama," kata laporan itu. Masih menurut laporan tersebut, sebanyak 22 persen rakyat Amerika mengidentifikasi diri sebagai orang yang tidak beragama.

Walau demikian, 94 persen responden mengatakan, mereka sangat bangga menjadi orang Yahudi. Sebanyak tujuh dari 10 orang merasa sangat melekat atau agak dekat dengan Israel. Menurut Pew, proporsi itu pada dasarnya tidak berubah sejak pergantian abad ke-21.

Hanya 38 persen responden yang merasa Pemerintah Israel membuat upaya tulus menuju perdamaian dengan Palestina, sementara 44 persen lainnya berpikir bahwa permukiman Yahudi di Tepi Barat merugikan kepentingan keamanan Israel.

Pew mewawancarai 3.475 orang Yahudi Amerika melalui telepon dari 20 Februari sampai 13 Juni untuk studi tersebut. Adapun kemungkinan margin error dari survei itu sekitar tiga persen.

Pengungkapan temuan itu bertepatan dengan kunjungan ke Amerika Serikat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. [yy/rimanews.com]