5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Siapa Rabi Ovadia Yosef?

Siapa Rabi Ovadia Yosef?

Fiqhislam.com - Rabi Ovadia Yosef, lahir sebagai Abdullah Yusuf dalam bahasa asalnya, bahasa Arab. Ia lahir pada 23 September 1920 dan meninggal pada 7 Oktober 2013. Prosesi kematiannya disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Israel. Tak kurang dari 850 ribu Yahudi mengantar jasadnya ke liang lahat.

Yosef adalah mantan Kepala Rabbi Israel Sephardi. Seorang sarjana Talmud yang diakui otoritas dan rabi terkemuka di kalangan Yahudi.

Ia menjabat sebagai pemimpin spiritual partai politik Shas di parlemen Israel. Responsa halachic-nya sangat dihargai di kalangan Ortodoks, dan dianggap mengikat banyak komunitas Mizrahi (kelompok Yahudi Timur Tengah dan Eropa). Yosef sendiri dianggap sebagai ‘Otoritas paling penting dan halakhic hidup.”

Yosef dilahirkan di Baghdad, Irak dari ayahnya yang bernama Yaakov Ben Ovadia dan ibunya, Gorgia. Pada tahun 1924, saat ia berusia empat tahun, ia bermigrasi ke Yerusalem bersama keluarganya.  Sebagai seorang remaja ia belajar di Porat Yosef Yeshiva, dan saat ia naik menjadi rabi tingkat tertinggi ia diajarkan oleh Rabi Ezra Attiya.

Yosef bertujuan untuk mendorong ketaatan maksimal terhadap mitzvot (ketaatan pada Tuhan) bagi rakyat Israel. Namun, ia pun mendukung upaya pemberian sertifikat bagi restoran penyedia daging dan susu. Bahkan ia membolehkan wanita mengenakan celana pendek.

Yosef juga mendukung tentara IDF. Ia mengatakan tiap kali Talmud dibuka, maka dirinya memberkati para tentara IDF. Atas alasan itu pula, putra Yosef, Rabi Abraham Yosef, bertugas di IDF sebagai Rabbi militer selama 13 tahun.

Rabi paling dikenal rakyat Israel ini juga memprotes keras tuntutan AS dan negara-negara asing lainnya, yang mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman ilegal di Yerusalem Timur. Ia mengatakan bahwa “Itu seolah-olah kita adalah budak mereka.”

Pada tahun 2001, Yosef menyerukan pernyataan kontroversial mengenai penghancuran Arab. “Yahudi dilarang untuk bermurah hati kepada mereka. Anda harus mengirim rudal kepada mereka dan membinasakan mereka. Mereka jahat dan terkutuk.”

Namun, tak lama kemudian ia mengatakan bahwa khotbahnya salah.  Ia sebenarnya mengacu pada pemusnahan ‘terorisme’ dan bukan semua orang Arab. Yosef mengaku telah menyerukan pendapat kepada rezim untuk meningkatkan kondisi kehidupan orang-orang Arab di Israel, dan ia memiliki rasa hormat yang mendalam untuk mencari perdamaian. [yy/islampos.com]

 

Israel Gelar Pemakaman Rabi Terbesar dalam Sejarah

Rabi Yahudi Israel Ovadia Yosef Meninggal

Rabbi Yosef: Non-Yahudi Ditakdirkan Sebagai Keledai