25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Cegah Wisatawan Gay Masuk, Kuwait Kembangkan Tes Medis

Cegah Wisatawan Gay Masuk, Kuwait Kembangkan Tes Medis

Fiqhislam.com - Ada-ada saja yang dilakukan negara ini. Kuwait tengah mengembangkan sebuah tes medis untuk mendeteksi wisatawan homoseksual atau gay, agar tidak masuk ke negara mereka.

Pejabat kesehatan Kuwait mengklaim bahwa negaranya akan segera memperkenalkan tes medis untuk mendeteksi para wisatawan gay sebelum dapat memasuki wilayah mereka. Ini karena hukum di negara-negara kerjasama teluk (GCC) melarang perbuatan homoseksual.

"Pusat-pusat kesehatan melakukan tes medis terhadap para ekspatriat saat mereka memasuki negara-negara GCC. Kami akan memperketat pemeriksaan yang memungkinkan pencegahan kaum gay tersebut memasuki Kuwait atau negara GCC lainnya," kata Yousouf Mindkar, Direktur Kesehatan Publik Kuwait seperti yang dikutip dari NEWS, Jumat (11/10/2013).

Namun ia tak menjelaskan secara rinci mengenai proses tersebut dilakukan. Menurut Undang-undang Kuwait pelaku homoseksual atau gay terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara jika ia terbukti berusia dibawah 21 tahun. Sementara di Arab sendiri hukuman untuk kaum seperti mereka adalah hukuman mati.

Semua negara anggota GCC (Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab) memang sudah dikenal sangat anti terhadap kaum homoseksual.

Selain di negara-negara teluk, homoseksual juga ilegal di 78 negara, dan 49 negara menolak lesbianisme. Sementara lima negara yaitu Iran, Arab Saudi, Sudan, Yaman, dan Mauritania menerapkan hukuman mati untuk kaum gay. Bahkan di Iran sendiri dikabarkan telah mengeksekusi mati 4.000 orang pelaku homoseks sejak 1979. Sementara pelaku sodomi yang belum berusia dewasa dijatuhi hukuman 74 kali cambukan. [yy/okezone.com]