fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Pakar Alkitab AS: Yesus Hanya Sosok Bualan Romawi

Pakar Alkitab AS: Yesus Hanya Sosok Bualan Romawi

Fiqhislam.com - Seorang penulis AS menyebutkan bahwa Yesus Kristus hanyalah sosok bualan karya orang-orang Romawi. Joseph Atwill, seorang penulis AS yang mengaku pakar Alkitab, menulis buku berjudul Caesar's Messiah, yang isinya mengatakan bahwa Yesus Kristus hanya hoax atau sosok bualan semata.

Menurutnya, Yesus adalah sosok yang sengaja diciptakan Romawi untuk menenangkan orang Yahudi yang di masa lalu sering memberontak.

"Orang-orang Yahudi di Pakistan, yang menunggu mesias atau 'juru selamat' datang, pada saat itu adalah sumber pemberontakan pada abad pertama. Ketika Romawi sudah mulai lelah mengatasi pemberontakan secara konvensional, mereka beralih ke perang psikologis," ujar Atwill, seperti dikutip
IBTimes.

Menurut Atwill, Romawi menyadari bahwa cara menghentikan misionaris Yahudi adalah dengan membuat kepercayaan tandingan. Di sanalah, sosok mesias pecinta perdamaian diciptakan. Penciptaan sosok ini diharapkan membuat Yahudi patuh dan membayar pajak kepada Romawi.

Atwill menuturkan, lokasi dan peristiwa kemesiasan Yesus kurang lebih sama dengan lokasi dan peristiwa dari kampanye militer Titus Flavius, seorang kaisar Romawi.

"Ini bukti jelas dari sebuah pola yang sengaja dibuat. Biografi Yesus dikonstruksi, dari ujung ke ujung, dari cerita sebelumnya, terutama pada biografi kaisar Romawi," jelasnya.

Atwill pun membuat kesimpulan bahwa Yesus adalah konstruksi Romawi setelah membandingkan naskah War of the Jews karya Flavius Josephus dengan teks Perjanjian Baru.

"Saya mulai melihat urutan pararel antara kedua teks," kata Atwill.

Menanggapi pendapat Atwill, seorang peneliti senior di Center of Inquiry, organisasi nonprofit, mengatakan bahwa kenyataannya manusia tidak akan pernah tahu 'fakta' sebenarnya tentang Yesus.

"Ada terlalu banyak cerita berbeda tentang Yesus, semua punya masalah kredibilitas yang serius dan tidak konsisten satu sama lain," ungkap Ronald A Lindsay, peneliti senior itu, seperti dilansir
Discovery.


Ia mengatakan bahwa untuk para sejarawan yang obyektif, Yesus akan tetap menjadi figur seperti bayangan. Namun banyak orang akan menganggap bahwa cerita soal Yesus adalah kebenaran tak terbantahkan.

"Sementara, pada pendapat ekstrem lain, ada orang seperti Atwill yang menganggap bahwa Yesus adalah sosok yang dibuat. Saya pikir dua pendapat ini hampir sama-sama tidak masuk akal," ujar Lindsay. [yy/inilah.com]