21 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 24 Januari 2022

basmalah.png
ARTIKEL UMUM

Irvin Kristol, dari Neocons hingga Freemasonry

Fiqhislam.com - Kelompok ini meyakini kekuatan militer menjadi salah satu kekuatan pendukung untuk mewujudkan agenda Zionis Yahudi. Melalui kekuatan militer segala ancaman bagi kelangsungan hidup kaum Yahudi bisa diatasi. Para penganut Neocons menjadikan peristiwa Holocoust di Jerman sebagai pijakannya. Peristiwa pembantaian kaum Yahudi oleh tentara Nazi terjadi karena tidak adanya kekuatan militer yang bisa melindungi kaum Yahudi. Menurut kelompok ini Holocoust terjadi karena sikap AS yang mengisolasi diri dan terlambat mengintervensi kekuatan Nazi Jerman.

Kelompok ini punya hubungan erat dengan kekuatan sayap kanan Israel, Partai Likud. Meski beberapa anggotanya menganut agama Kris- ten, mereka mengabaikan ajaran anti semit agamanya.

Sang pendiri, Irvin Kristol, adalah anggota tetap Council on Foreign Relations (CFR). Sebuah organisasi Yahudi yang didirikan tahun 1921. Organisasi ini bertujuan membentuk sebuah sistem yang mendorong monopoli kapitalisme, termasuk mengatur perbedaan nilai mata uang, sistem perbankan, kredit, manufactur di bawah pengawasan sebuah organisasi.

CFR ini merupakan bagian dari Round Table Group sebuah organisasi rahasia kaum Yahudi yang mengontrol lembaga-lembaga yang dikuasai Zionis Yahudi. Selain CFR, Round Table Group juga mengontrol Royal Institute of International Affairs di Inggris, Konferensi Bilderberger, Komisi Trilateral dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Konferensi Bilderberger merupakan kelompok elit yang paling prestisius. Didirikan pada tahun 1954 dengan aktor utamanya adalah Pangeran Bernard. Anggotanya adalah para pengeran, para bankir, politisi dan orang-orang jenius yang berasal dari Eropa, Kanada dan AS. Konferensi ini digelar sekali atau dua kali dalam setahun yang bertujuan mengontrol ekonomi dunia guna menciptakan One World Government.

Setiap anggota konferensi Bilderberger yang berasal dari AS, secara otomatis akan menjadi anggota CFR. Beberapa orang yang menjadi anggota Bildeberger diantaranya adalah Baron ED Rotschild, Helmut Schmidt, David Rockefeller, Agnelli, Lehmad Brothers, dan Harry Kissinger. Enam presiden AS terakhir adalah anggota kelompok ini. Presiden bank dunia akan secara otomatis menjadi anggota Bilderberger.

Untuk aset para bankir anggota kelompok-kelompok Yahudi seperti Rockefeller dan para bankir lainnya dibentuklah organisasi Trilateral. Organisasi ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Bildeberger. Awalnya merupakan aliansi AS, Eropa dan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan kepentingan negara-negara maju.

Organisasi Trilateral ini dibentuk tahun 1973 dengan sumber dananya berasal dari Rockefeller, Rotschild dan Ford Fund. Presiden Jimmy Carter yang menjadi presiden AS pada tahun 1976 adalah salah satu anggota organisasi ini.

Organisasi lain di bawah koordinasi Round Table Group adalah Club of Rome. Organisasi ini sudah berdiri sejak 1968 yang diprakarsai oleh Morgenthau Group. Kelompok ini merumuskan, kunci sukses untuk menguasai dunia adalah menciptakan kekacauan sosial dalam skala global. Langkah awalnya dengan menciptakan resesi ekonomi. Kemudian mereka muncul menawarkan konsep globalisasi. Konsep ini akan menjadi jalan untuk penguasaan tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga bidang sosial dan politik.

Round Table Group merekrut orang-orang jenius melalui penyebaran paham humanisme yang mendewakan kekuatan rasio. Tujuan utamanya adalah mewujudkan “New World Order” yang menjadi inti dari gerakan Zionis.

Faham humanisme yang dikem- bangkan Round Table Group merupakan pengembangan dari ajaran Qabala. Menurut ajaran Qabala, manusia sebenarnya tidak membutuhkan Tuhan. Bahkan, manusia bisa menjadi makhluk suci yang setara dengan Tuhan. Para penganut Qabala menyebarkan paham humanisme untuk menghancurkan keimanan kepada Tuhan.

Para penganut paham Qabala menggunakan lambang bintang segi enam (heksagram) yang biasa disebut dengan Bintang David sebagai simbol ajarannya. Sebenarnya lambang ini merupakan gabungan dua segitiga yang saling berlawanan arah. Segitigayang menghadap ke bawah melambangkan ketuhanan, sedangkan segitiga yang menghadap ke atas merupakan simbolisasi manusia sempurna. Gabungan keduanya (berbentuk bintang yang tertera pada bendera Israel) menggambarkan bagaimana menusia bisa menjadi Tuhan, seperti yang diajarkan dalam humanisme.

Sebelum dihancurkan oleh Raja Bavaria pada tahun 1784, para penganut ajaran Qabala tergabung dalam Ordo Iluminati. Ordo ini terus melakukan perlawanan terhadap kekuasaan gereja Katolik Roma dengan ide-ide humanisme dan rasionalismenya. Para peneliti percaya, ordo inilah yang melahirkan gerakan Reformasi Gereja yang dipelopori Martin Luther hingga terbentuknya ajaran Protestan.

Ordo Iluminati adalah gerakan bawah tanah kaum Yahudi yang didirikan oleh Adam Weishaupt pada 1 Mei 1776. Nama Iluminati sendiri diambil dari nama yang diberikan oleh para rahib Gereja Nicene Awal pada mereka yang berserah diri untuk dibaptis menjadi pengikut Kristen.

Setelah dihancurkan para agen iluminati menggabungkan diri dalam gerakan Freemasonry yang didirikan oleh para Ksatria Templar. Gerakan inilah yang berkembang luas ke seluruh dunia dengan citra yang ditampilkan sebagai gerakan moral dan sosial. Di Indonesia gerakan Freemasonry di bawa oleh Henk Sneevliet, seorang penggerak serikat buruh di Belanda yang hijrah ke Indonesia pada tahun 1913.

yy/islampos.com