fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Dianggap Bukan Tradisi Nasional, Tajikistan Larang Santa Claus Tampil di TV

Dianggap Bukan Tradisi Nasional, Tajikistan Larang Santa Claus Tampil di TV

Fiqhislam.com - Saluran televisi pemerintah Tajikistan sepakat untuk melarang pertunjukan yang menampilkan Bapa Frost – Santa Claus versi Rusia – dari siaran televisi.

Larangan ini datang setelah pemogram televisi independen memutuskan untuk tidak lagi menayangkan acara yang menampilkan Santa Claus versi Rusia tersebut. Santa Claus dianggap tidak ada hubungannya dengan tradisi nasional Tajikistan.

Meskipun 98% penduduk Tajikistan adalah Muslim, namun mereka mewarisi beberapa tradisi budaya Kristen ketika Tajikistan masih berada di dalam bagian Uni Soviet. [yy/islampos.com]

 

Di Ukraina, ‘Santa Claus’ Harus Bayar Pajak

Di Ukraina, ‘Santa Claus’ Harus Bayar PajakKekurangan uang di Ukraina memaksa pemerintah untuk melakukan upaya yang tidak biasa. Bertepatan dengan suasana Natal tahun 2012, para penghibur yang mengubah dirinya menjadi Moroz (Santa Claus versi lokal), dan para pembantunya diharuskan untuk membayar pajak penghasilan kepada pemerintah.

Pemerintah Republik Ukraina menghadapi utang luar negeri sekira 9 miliar USD  yang harus dibayar tahun 2013 ini. Belum lagi defisit anggaran yang naik hampir tiga kali lipat pada Januari-Oktober tahun 2013 menjadi lebih dari 4 miliar USD.

Dengan menggunakan iklan internet, layanan pajak negara memaksa kepada siapapun yang menjadi ‘Moroz’ dan ‘Snihuronka’ (pembantu perempuan tradisional) untuk membayar pajak kepada Negara sebesar 30 sampai 440 USD per jam di ibukota Kiev, pada musim Natal ini.

“Siapapun yang ingin menjadi Moroz perlu untuk mengajukan formulir dan membayar pajak,” kata layanan pajak dalam sebuah pernyataan.

Layanan ini mengatakan akan melakukan pemeriksaan pajak kepada para ‘Moroz’, dan akan memberi sanksi kepada ‘Moroz’ dan pembantunya yang tidak membayar pajak. [yy/islampos.com]