fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Di Bahrain, Banyak Orang Percaya Ilmu Hitam

Di Bahrain, Banyak Orang Percaya Ilmu Hitam

Fiqhislam.com - Ditengah kemajuan teknologi yang sangat pesat, nyatanya masih banyak penduduk di dunia yang mempercayai keberadaan ilmu hitam atau sihir. Fenomena itu terjadi di Bahrain baru-baru ini.

Di negara beribukotakan Manama itu, seorang pejabat telah mendesak pemerintahnya untuk segera mengambil langkah-langkah agar warganya "melek" dengan keberadaan praktik ilmu hitam atau ilmu sihir.

Melansir Live Science, Selasa 7 Januari 2014, klaim itu datang dari anggota parlemen bernama Mohammed Buqais.

Dia mengecam keras kegagalan pemerintahan dalam meningkatkan kesadaran warga akan ancaman ilmu hitam, terutama pada anak-anak.

"Saya belajar di sekolah selama 12 tahun dan sudah menjadi guru selama 15 tahun, tapi tidak pernah ada pelajaran yang membahas tentang bahaya ilmu hitam. Itu menunjukkan bahwa pemerintah gagal meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Buqais.

Seperti diketahui, Bahrain merupakan salah satu negara yang masih percaya dengan adanya ilmu hitam, seperti halnya Arab Saudi, Afrika, dan Papua Nugini.

Bahkan, dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Gallup pada tahun 2010 lalu, setengah dari seluruh responden penduduk Afrika masih mempercayai atau meyakini ilmu hitam. Padahal, keyakinan itu kerapkali menjadi penyebab pembunuhan yang mengerikan, seperti mutilasi.

Buqais menuturkan, salah satu contoh berbahaya dari kekuatan sihir terjadi pada tahun 2006 lalu, di mana seorang istri diketahui berkonsultasi pada dukun untuk membuat suami taat kepadanya.

Setelah itu, dukun melakukan ritual sihir dan menyuruh istrinya memasukkan cairan yang diberikan dukun ke makanan suaminya. Hasilnya, sejak itu sampai sekarang suaminya mengalami lumpuh.

"Memang tidak ada bukti medis yang membuktikan kelumpuhan itu akibat ilmu hitam. Tapi, praktik-praktik ilmu sihir telah menyebabkan kerusakan pada keluarga tersebut," ujar Buqais.

Buqais juga meminta pemerintahnya melalui otoritas hukum untuk menindak tegas para praktisi (dukun) ilmu hitam. Hasilnya, Menteri Kehakiman telah memerintahkan kepada aparat polisi di Bahrain untuk menangkap dan mengadili para dukun.

Sebenarnya, tindak pidana terhadap para dukun telah diberlakukan pada tahun 2010 lalu. Orang-orang yang diduga memiliki kemampuan ilmu hitam ditangkap atau didenda.

Tapi, kepercayaan terhadap ilmu hitam sulit tetap untuk dihilangkan. Dan masih banyak negara yang mempercayainya sebagai alat atau metode untuk menyerang dan mempengaruhi seseorang atau pun banyak orang. Bagaimana dengan Indonesia? [yy/viva.co.id]