19 Safar 1443  |  Senin 27 September 2021

basmalah.png

Wanita Pemuja Setan di AS Mengaku Bunuh 23 Pria

Wanita Pemuja Setan di AS Mengaku Bunuh 23 Pria

Fiqhislam.com - Seorang wanita yang baru berusia 19 tahun di Pennsylvania, Amerika Serikat, mengaku telah membunuh 23 orang secara sadis. Kepada pengadilan, dia mengatakan bergabung dengan sebuah sekte pemuja setan sejak usia kecil, dan mulai membunuh.

Diberitakan New York Daily, Minggu waktu setempat, Miranda Barbour tengah diadili bersama suaminya, Elytte, 22, atas kasus penikaman seorang pria hingga tewas. Miranda mengundang korbannya bernama Troy LaFerrara, 42, melalui situs Craiglist .

Miranda yang oleh media AS disebut "Pembunuh Craiglist" ini mengeluarkan pernyataan mengejutkan di pengadilan. Dia mengaku telah membunuh 22 orang lainnya sebagai bagian dari ritual sekte pemuja setan.

"Setelah saya membunuh 22 orang, saya tidak menghitungnya lagi. Saya bisa menunjukkan di peta di mana kalian bisa menemukan mereka. Saya ingat semuanya, seperti menonton film," kata Miranda.

Kasus ini terungkap setelah mayat Troy ditemukan di sebuah gang dengan puluhan luka tikaman November tahun lalu. Miranda mengatakan, aksi itu jadi kacau karena Troy melawan, sehingga harus ditusuk dengan pisau. Seharusnya, Troy mati akibat dijerat lehernya oleh Elytte.

Awalnya, Miranda mengatakan pada polisi dia membunuh Troy karena pria itu mencoba memperkosa dan mencekiknya. Namun Jumat lalu, dia akhirnya mengakui semuanya.

Kepada wartawan, dia mengaku telah membunuh sejak bergabung dengan sebuah sekte pemuja setan di Alaska pada usia 13 tahun. Kepada koran lokal Daily Item, dia mengaku diperintahkan oleh pemimpin sekte setan untuk membunuh korbannya.

Korban pertamanya adalah seseorang yang berutang uang pada pemimpin sekte tersebut. Pria ini menembak korbannya dan menyerahkan pistol pada Miranda untuk menghabisinya.

Namun Miranda takut. Akhirnya, pemimpin sekte yang tidak disebutkan namanya ini menggenggam tangan Miranda dan menarik pelatuk bersama. "Sejak dari situ saya terus membunuh," kata dia.

Korban-korbannya, kata dia, tersebar dari California, North Carolina hingga Texas dan Alaska. Polisi masih terus menelusuri pengakuannya tersebut. Akibat tindakannya ini, Miranda dan suaminya terancam hukuman mati.

Miranda mengaku tidak menyesal membunuh pria-pria tersebut. Menurutnya, orang-orang itu memang pantas untuk mati. "Jika saya dibebaskan, saya akan melakukannya lagi," kata dia. [yy/viva.co.id]