5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Sekolah Kristen di Filipina Menjadi Markas Layanan Situs Porno

Sekolah Kristen di Filipina Menjadi Markas Layanan Situs Porno

Fiqhislam.com - Polisi pemerintah Filipina menggerebek markas situs pornografi anak di Filipina. Celakanya, markas tersebut berada di sebuah sekolah. Dalam penggerebekan ini, sang kepala sekolah bersama delapan orang ditangkap.

Selasa kemarin, aparat mengatakan bahwa para tersangka menggunakan sebuah ruangan di Mountaintop Christian Academy untuk mengirim foto serta video anak-anak dan dewasa secara online untuk konsumsi luar negeri, kata Ronald Aguto, kepala investigasi cybercrime di Biro Investigasi Nasional, sebagaimana dirilis Arabnews.

Pihak berwenang tengah menyelidiki, tapi Aguto mengatakan tidak ada indikasi bahwa  ada anak di sekolah tersebut mengalami kasus pelecehan dan sejenisnya. Mereka adalah operator yang menyimpan, mengunduh dan menyebarkan gambar serta video porno.

Sekolah ini sempat memiliki 2.000 siswa dari tingkat dasar sampai menengah, Aguto menambahkan. Lisensinya pernah dicabut pada tahun 2006 untuk alasan yang tidak diketahui, tetapi masih tetap buka.

Puring Martinez, kepala sekolah dan pemilik sekolah swasta tersebut, mengatakan kepada jaringan TV lokal GMA bahwa dia menyewakan ruangan untuk mengoperasikan situs porno demi menambah pendapatan sekolah karena uang dari SPP siswa tidak mampu menutupi biaya operasional sekolah.

Martinez mengatakan bahwa link Internet yang dijual hanya bisa dibuka oleh orang asing dengan menggunakan kartu kredit baru kemudian mereka terhubung situs "nakal" itu.

Anak Martinez, Tom, mengatakan bahwa sekolah hanya memiliki total siswa 260; mulai dari tingkat TK , SD dan SMA sehingga ijin untuk mengelola situs tersebut masuk akal.

“Sebenarnya yang menyewa ruang itu adalah seorang warga Amerika asal Tennessee. Dia menyewa dua ruang di sekolah ini seharga 40.000 peso (U$900). Yang disewa bukanlah ruang kelas, tetapi sebuah bangunan terpisah, hanya saja masih satu komplek dengan sekolah,” kata Tom.

Semua yang ditangkap adalah warga Filipina, sedangkan keberadaan warga Amerika itu belum diketahui.

Penggrebekan ini menegaskan betapa massifnya pornografi di Filipina. Banyak oknum memanfaatkan lemahnya penegakan hukum di Filipina dengan menjadikan anak-anak sebagai objek pornografi. Patut diketahui bahwa Filipina menempati ranking 10 di dunia untuk kasus pornografi anak. [yy/rimanews.com]