30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Gay: Sisi Gelap Dubai

Gay: Sisi Gelap Dubai

Fiqhislam.com - Dubai, sebagai salah satu negara Arab terkaya di Timur Tengah ternyata menyimpan sebuah sisi gelap yang tak dimiliki oleh negara-negara Arab lainnya. Apa itu?

Tiada lain, tiada bukan, Dubai menjadi surga kaum gay—utamanya yang berasal dari tanah Arab. Tidak seperti Negara-negara Arab lainnya, para gay di Dubai tidak mendapatkan tekanan yang keras dari pemerintah, malah menemukan kebebasan di sini.

“Dubai adalah tempat terbaik di dunia untuk kaum gay!” Emirati, 25 tahun, berkata, sambil tangannya melilit seorang “suami” yang berusia 31-tahun “Kami tinggal di sini. Kami bisa bertemu.”

Sebenarnya secara hukum, adalah illegal untuk menjadi gay di Dubai, dan jika ketahuan akan dihukum 10 tahun penjara. Namun lokasi terbaru klub gay tidak resmi beredar secara online, dan laki-laki yang punya kelainan orientasi seksual di sana, tampaknya tidak takut kepada polisi. “Mereka hanya patung, dan mereka hanya akan membubarkan kami,” kata salah satu dari mereka. “Polisi hanya sesuatu yang lain.”

Di setiap kota besar, gay menemukan cara untuk menemukan satu sama lain—tetapi Dubai telah menjadi rumah kliring untuk wilayah homoseksual, suatu tempat di mana mereka dapat hidup dengan relatif aman. Saleh, seorang pegawai swasta di Arab Saudi, datang ke Dubai untuk menonton konser Coldplay, dan mengatakan Dubai “besar” untuk kaum gay: “Semua Arab gay ingin tinggal di Dubai.” Ujarnya. [yy/eramuslim.com]