25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Uskup Agung Ortodoks Palestina Kecam Diskriminasi Agama Israel

Uskup Agung Ortodoks Palestina Kecam Diskriminasi Agama Israel

Fiqhislam.com - Seorang uskup agung Ortodoks mengecam keras rezim Israel yang melakukan diskriminasi terhadap warga Kristen di wilayah pendudukan Tepi Barat menjelang perayaan Paskah.

Uskup Agung Ortodoks dari Sebastia, Atallah Hanna, Kamis lalu mengecam pemerintah Israel yang menerapkan pembatasan pada warga Kristen yang ingin merayakan Paskah di sebuah gereja di Al-Quds (Yerusalem).

Dia mengatakan dalih keamanan yang dipaksakan Tel Aviv sama sekali tidak dapat diterima karena setiap orang Kristen memiliki hak untuk beribadah di Gereja tanpa hambatan.

“Kami menyerukan kepada anak-anak kami, gereja-gereja dan para pengikutnya untuk berangkat ke Gereja Makam Kudus dan berpegang pada hak beragama dan nasional ini dan menolak status quo yang dikenakan oleh otoritas pendudukan,” desak Uskup Agung tersebut.

Pernyataannya itu muncul beberapa hari setelah kelompok-kelompok Kristen Palestina di Al-Quds mengecam pembatasan Israel terhadap hak mereka untuk beribadah di kota yang dianeksasi secara ilegal.

Mereka juga menyerukan diakhirinya diskriminasi terhadap umat Kristen dan Muslim.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada tahun 2012, Departemen Luar Negeri AS mencatat bahwa pembatasan Israel telah secara negatif mempengaruhi warga untuk mempraktikkan agama mereka di tempat-tempat suci, termasuk Gereja Makam Kudus dan Masjid al-Aqsha di Al-Quds, serta Gereja Nativity di Bethlehem.

Hampir 200.000 orang Kristen Palestina tinggal di wilayah-wilayah pendudukan dan Jalur Gaza. [yy/islampos.com]