15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Atheis Michigan Minta Ruang Beribadah di Pusat Kota?

Atheis Michigan Minta Ruang Beribadah di Pusat Kota?

Fiqhislam.com - Beragama itu kebutuhan jiwa manusia. Bahkan, di dunia saja, dan ternyata demikian pula di Barat, tidak beragama juga dianggap sebagai penyimpangan. Begitulah yang terjadi pada Douglas Marshall, warga kota Michigan-Amerika, yang meminta sebuah ruangan khusus yang bebas untuk para ateis seperti dirinya di balai kota.

Marshal menginginkan ruangan itu karena para pemeluk agama lainnya diberi ruangan untuk beribadah. Kurang lebih, ia ingin para ateis punya ruangan khusus untuk “beribadah”. Hasilnya? Ia dengan sukses ditolak oleh walikota tempatnya berada.

Jim Fouts, walikota tersebut, tidak butuh waktu banyak untuk menolak permintaan Marshall yang merupakan anggota Kebebasan Beragama ini.

“Dalam pikiran saya, kelompok Anda ini benar-benar sebuah kelompok anti-agama yang berniat untuk mencabut semua agama dari konstitusional mereka atau setidaknya mencegah praktik agama. Kota Warren tidak bisa membiarkan hal ini,” tulis Fouts. “Juga, saya yakin hal itu adalah niat kelompok Anda yang ingin mengganggu orang-orang yang beribadah di Pusat Doa yang juga akan menjadi pelanggaran terhadap kebebasan beragama. Untuk alasan ini, saya tidak bisa menyetujui permintaan Anda.”

Tapi tampaknya Marshall tidak menyerah. “Saya melihat ini sebagai pelanggaran terhadap hak kebebasan berbicara saya,” kata Marshall kepada Detroit Free Press.

Ini bukan pertama kalinya Fouts menolak proposal Marshall, jadi dia tidak lagi terkejut soal itu. [yy/islampos.com]