26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Israel Mulai Merekrut Warga Kristen Bergabung dengan Militer

Israel Mulai Merekrut Warga Kristen Bergabung dengan Militer

Fiqhislam.com - Israel telah mulai mengirimkan surat panggilan kepada semua warga Kristen Palestina-Israel untuk mengikuti wajib militer secara sukarela, radio militer melaporkan Selasa kemarin (22/4/2014). Langkah itu memicu kemarahan anggota Knesset Palestina yang menuduh pemerintah berusaha membagi warga Kristen dari Muslim.

“Berdasarkan aturan baru ini, mereka (warga Kristen) akan tidak lagi harus mengajukan permohonan pendaftaran mereka sendiri dan mengekspos diri mereka sehingga berpotensi mendapat tekanan dari umat Kristen atau Islam, yang sangat memusuhi wajib militer,” kata radio tersebut.

Langkah ini dilaporkan terjadi hanya dua bulan setelah parlemen menyetujui undang-undang yang memberikan representasi terpisah Muslim dan Kristen Palestina pada komisi ketenagakerjaan nasional yang menuai kecaman anggota Knesset Palestina.

“Langkah itu diharapkan mengikuti kampanye oleh Israel untuk membagi warga Kristen dari komunitasnya sendiri dengan mendorong mereka berpikir bahwa mereka bukan Arab,” kata Bassel Ghattas, anggota parlemen dari Partai komunis Hadash.

Dia mendesak warga Kristen yang menerima surat panggilan sukarela untuk bergabung dengan militer, mengirim kembali surat itu atau membakarnya, karena langkah berikutnya bisa jadi bukan hanya sukarela namun akan jadi wajib militer penuh atau layanan masyarakat.

Namun Pastor Gabriel Nadaf, seorang imam Ortodoks Yunani dari kota utara Nazaret, menyambut baik langkah militer Israel tersebut.

“Anak-anak muda dalam komunitas Kristen perlu memahami pentingnya melayani serta terlibat di negara di mana mereka tinggal dan di mana kita adalah warga negara seutuhnya,” [yy/islampos.com]