30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Fransiskus: “Pendeta Pelaku Pelecehan di Gereja seperti Kelompok Setan”

Fransiskus: “Pendeta Pelaku Pelecehan di Gereja seperti Kelompok Setan”

Fiqhislam.com - Paus Fransiskus mengecam praktik pelecehan seks anak-anak oleh pendeta di Gereja Katolik, termasuk para uskup. Fransiskus, menganggap pelaku pelecehan seksual sama seperti sekelompok setan.

"Pelecehan seksual adalah kejahatan yang mengerikan karena seorang pendeta yang melakukan hal tersebut telah mengkhianati Tuhan. Tindakan tersebut seperti misa para setan," kata Fransiskus dilansir Reuters, Selasa (27/5/2014).

Pada hari ini, 27 Mei 2014, Fransiskus akan menghadiri pelaksanaan Misa. Beberapa korban pelecehan yang berasal dari Eropa akan hadir dalam acara Misa tersebut.

Rencananya Fransiskus akan mengadakan pertemuan pertamanya dengan sekira delapan korban pelecehan di Vatikan pada Bulan depan.

Pria berusia 77 tahun itu menjawab sejumlah pertanyaan dengan beragam topik, termasuk mengenai keuangan di Vatikan, pilihan hidup selibat bagi pastur, isu lingkungan hidup dan pertanyaan apakah dia akan pensiun seperti pendahulunya Paus Benedict XVI dan tidak menjalankan tugasnya seumur hidup.

Sampai saat ini belum jelas sikap Fransiskus terhadap para uskup yang menutup mata terhadap pelecehan seksual yang dilakukan oleh sejumlah pendeta yang berada di bawah kewenangannya atau menutupi skandal tersebut.

Dalam banyak kasus pelecehan seksual, kebanyakan terjadi beberapa dekade lalu namun baru muncul pada 15 tahun terakhir, para uskup justru berusaha melindungi pelaku dengan memindahkannya ke wilayah lain dan tidak menyerahkan mereka ke pihak kepolisian.

Kelompok korban menekan Vatikan untuk menghukum para uskup yang melindungi pelaku atau mengabaikan perlindungan terhadap anak-anak bersama para pelaku.

Pada Februari lalu, Komite Hak Anak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut Vatikan telah dengan sistematis menutup mata terhadap kasus pelecehan seksual yang sudah terjadi selama beberapa dekade di gereja dan berusaha menutupi kejahatan seksual. [yy/atjehcyber.net]