2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

3 Negara Atheis Terbesar di Dunia

3 Negara Atheis Terbesar di Dunia

Fiqhislam.com - Hasil survei The Global Religious Landscape memaparkan angka yang mencengangkan bahwa jumlah orang di seluruh dunia yang tidak memercayai adanya Tuhan, alias atheis, sebanyak 1, 2 Milyar!

Jumlah itu menempati angka ke 3 terbesar setelah pemeluk agama Islam (1,8 Milyar) dan kristen khatolik yang menempati urutan pertama (1,98 Milyar).

Lalu manusia atheis sebanyak itu hidup dinegara mana saja?

1. Republik Rakyat China

China menempati negara terbesar penganut atheisme. Jumlah orang atheis hampir mencapai 60% (700 juta) dari total penduduk China. Hal ini dianggap “wajar” oleh pengamat sosial karena memang china masih mendukung paham komunisme dan praktik – praktik sosialis komunis di hampir seluruh aspek kehidupan, baik dipemerintahan maupun kehidupan harian masyarakat China.

2. Jepang

Jepang menempati urutan kedua, setelah China dengan jumlah penduduk atheis sebanyak 60% dengan jumlah hampir 75 juta orang. Menurut pengamat religion, Jepang sesungguhnya tidak pernah mempunyai agama yang sempurna karena yang dianut adalah agama kepercayaan hasil turun temurun yang dilestarikan oleh kekaisaran.

Di zaman moderen ini, agama kepercayaan semakin tidak paralel dengan ilmu pengetahuan dan penemuan science yang memaparkan pembuktian terbalik dengan kebanyakan ajaran agama kepercayaan. Oleh karena itu, semakin maju negara Jepang, diperkirakan jumlah penduduk atheis akan semakin dominan, karena Jepang berada di tingkat tertinggi egosentris manusia unggul yang tidak melihat “manfaat” agama yang dianut oleh bangsa – bangsa lain yang kemampuan dan kemajuannya di bawah Jepang.

3. Amerika Serikat

Walaupun Amerika hanya diurutan ke 3 dengan jumlah penduduk atheist sebesar 18% (18 juta) tetapi banyak pengamat sepakat jika Amerika Serikat mempunyai intensitas tertinggi prilaku atheist.

Walaupun dasar negara adalah ketuhanan, tetapi ketimpangan peradaban moderen yang diusung westernisasi membuat penduduk Amerika larut berprilaku menjadi penganut kebebasan.

Kebebasan berekspresi dan legalisasi semua bentuk hawa nafsu dan duniawi di Amerika Serikat yang menjadi sebab kebangkrutan gereja – gereja di seluruh wilayah Amerika Serikat. [yy/islampos.com]