15 Safar 1443  |  Kamis 23 September 2021

basmalah.png

Lakukan Pelecehan, Pendeta Asal Indonesia Dipenjara

Lakukan Pelecehan, Pendeta Asal Indonesia Dipenjara

Fiqhislam.com - Ventje Cornelis Singkoh, pendeta asal Indonesia, dijebloskan ke penjara San Manteo Jail karena melakukan pelecehan seksual terhadap umatnya. Televisi KRON4 melaporkan, hari Rabu (20/8/2014) Ventje Cornelis Singkoh akan menjalani pengadilan pertama di Pengadilan Daily City. Ventje yang dikenal sebagai Pendeta Gereja Pantekostan ini dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap remaja berusia di bawah usia 14 tahun.

‘’Tindakan tak senonoh itu dilakukan Ventje, 69 tahun, pada saat upacara ibadah di rumahnya dan lokasi lainnya,’’ tutur Detektif Ron Harrison dari kantor polisi Daily City. ‘’Banyak orang yang melakukan aksi seperti ini saat ia menjabat sebagai pemimpin sebuah komunitas,’’ katanya melanjutkan.

Menurut Ron Harrison, perbuatan itu dilakukan Ventje pada saat ibadah di rumahnya di Daily City. Juga di sebuah rumah ibadah yang terletak antara Geary dan 18th Avenue, di First Presbyterian Church di Concord serta Golden Gate Christian Church. Pengelola gereja Golden Gate, membantah Ventje menjadi pendeta mereka. ‘’Kami bertemu hanya sekali saja, saat ia mencari ruang tempat peribadatan,’’ kata pengelola itu.

Ron Harrison selanjutnya menuturkan, kasus pelecehan seksual itu mulai diteliti sejak awal tahun 2014. Saat itu korban mengadu ke orang tuanya, yang mengadukan ke kantor polisi setempat. ‘’Bisa jadi ada korban lain yang ingin mengadukan perbuatan tersangka,’’ kata Ron Harrison.

Sampai pekan lalu, Ventje Cornelis Singkoh, masih mendekam di penjara San Mateo County Jail. Terdakwa tidak mampu menyediakan uang jaminan $ 300 ribu yang ditawarkan hakim. Bila terbukti, kakek berusia lanjut itu terancam hukuman penjara hingga puluhan tahun.

Sementara itu, salah satu warga Indonesia bernama Han Lukito membantah Ventje melakukan tindakan tak senonoh itu. ‘’Ia adalah seorang pendeta yang berjiwa sosial, jujur dan disegani umatnya,’’ tulis Han Lukito di komentar Facebooknya. [yy/muslimdaily.net]