fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Yahudi Israel Semakin Terancam ?

Yahudi Israel Semakin Terancam ?

Fiqhislam.com - Orang-orang Yahudi masih percaya pada Taurat, baik aturan tertulis maupun hukum lisannya merupakan wahyu dari Allah yang diterima oleh nenek moyang bangsa Yahudi di Sinai.

Perintah dan larangan didalamnya tetap dipertahankan Yahudi sampai sekarang. Taurat juga menjadi harapan dan kekuatan bagi Yahudi yang merasa termarjinalkan di Israel.

Dilansir dari Haaretz menurut Rabbi Avi Shafran  ini merupakan keyakinan dari salah satu aliran Yahudi tertentu. Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan, akankah Yahudi non ortodoks menjadi keuntungan atau kutukan bagi masyarakat Israel.

Di komunitas Yahudi, Israel tidak mengalami pemisahan aliran Yahudi. Disana banyak pertentangan didalam keluarga Yahudi Israel. Tetapi pertentangan hanya sebatas di keluarga.

Sesama Yahudi dianggap bersaudara seluruhnya dan tidak peduli apapun alirannya.  Yahudi Israel sering diejek dengan sebutan monopoli ortodoks ketika memiliki masalah pribadi seperti perceraian ataupun perubahan aliran.

Yahudi Israel memiliki aturan tunggal. Perdana Menteri pertama Israel David ben Gurion menulis sebuah ungkapan Allah melarang pemisahan Israel menjadi dua.

Menurutnya angka mungkin telah berubah, tetapi tidak dengan kebenaran ungkapan tersebut. Di Amerika, aturan Yahudi tersebut telah menghasilkan beberapa Yahudi murni.

Aturan monopoli Yahudi memang menjengkelkan, tetapi dia mengklaim telah menjadi bagian dari suatu negara. Bahkan di barat, lembaga monopoli pasti ada. Sebuah negara Yahudi memerlukan aturan Yahudi untuk mendefinisikan apa itu Yahudi.

Ini berbeda dengan di Amerika Serikat dengan adanya kelompok reformasi dan kelompok konservatif. Di Amerika juga ada kelompok rekonstrukturisme dan Yahudi Humanis yang mengklaim sebagai murni Yahudi.

Padahal di Amerika telah terjadi Diaspora, dengan munculnya Yahudi Pluralisme. Sehingga keduanya dianggap bertolak belakang.

Satu sisi, orang-orang Yahudi dengan alasan apapun memilih untuk tidak mematuhi hukum tradisionalnya atau Ortodoks. Kelompok Yahudi Amerika selama ini memang tidak terlalu dituntut untuk mempertahankan identitasnya.

Dalam menjalakan ibadahnya, mereka tidak hanya memilih pendeta yang peduli tetapi juga pendeta yang tidak terlalu menganggap penting ketaatan aturan Yahudi ortodoks. Mereka juga membutuhkan pendeta yang mampu memberikan solusi dari masalah pribadi dan keluar dari kesedihan.

Kelemahan orang Yahudi di Amerika adalah seperti istilah Membiarkan seratus bunga Yahudi bermekaran. Meskipun tidak ada lagi komunitas Yahudi tunggal di Amerika.

Rabbi Avi Shafran mempertanyakan Gerakan Yahudi non ortodoks yang masihkah peduli dengan peraturan keagamaan sebagai reformasi atau hanya sebuah aturan konservatif. Masalahnya adalah bahawa orang-orang Yahudi Ortodoks tidak bisa mengakui perubahan yang tidak sesuai dengan aturan.

Terdapat ribuan Amerika non Yahudi yang meyakini dirinya adalah orang Yahudi. Meskipun mereka tidak mengetahui anak urutan keberapa.

Atau bahkan mungkin mereka lahir dari perempuan dengan pernikahan kedua dengan pernikahan pertama yang sebelumnya melanggar peraturan keagamaan. Sehingga anak-anak Yahudi ortodoks sangat terbatas jumlahnya.

Satu waktu, seorang pemuda atau wanita ortodoks dapat hidup bersama dengan lawan jenisnya dengan pemikiran yang sama meskipun berbeda latarbelakang keanggotaannya. Ini diklaim sebagai eksklusifitas identitas Yahudi yang tidak lagi terjadi.

Seorang anak atau cucu Yahudi non ortodoks mungkin memiliki status halachic dari non Yahudi atau hasil dari sebuah pernikahan terlarang. Avi memiliki pengalaman sekitar 30 tahun lalu mengenai wanita muda ortodoks yang mengetahui nenek dari pihak ibu telah menjadi kelompok reformis.

Sehingga wanita muda tersebut menjadi Halakhi non Yahudi. Karena dia mau merubah alirannya.  Banyak diantara kaum Yahudi yang tidak pernah menelusuri asal usul mereka. Dan diantara mereka yang mengetahuinya enggan untuk merubah keanggotaan mereka.

Mereka yang menjadi kelompok reformis sama saja bukan Yahudi. [yy/republika]