fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Mengapa Anti-Semit Harus Disensor, Lainnya Tidak?

Mengapa Anti-Semit Harus Disensor, Lainnya Tidak?

Fiqhislam.com - Situs peniup peluit menuding suksesnya lobi-lobi Yahudi untuk menyensor material anti-semit, memprovokasi serangan terhadap media Charlie Hebdo, yang diklaim sebagai balas dendam atas pembuatan karikatur Nabi Muhammad.

Dikutip dari laman Jerusalem Post, Sabtu 10 Januari 2015, menyebut Wikileaks melalui Twitter, mengaitkan sebuah artikel dari Telegraph yang memberitakan tuduhan anti-semit terhadap Maurice Sinet, yang pernah bekerja untuk Charlie Hebdo pada 2009.

Maruice Sinet dituntut di pengadilan, karena tuduhan memicu kebencian rasial, karena kolom yang dia tulis pada Juli 2008, tentang rumor bahwa putra Nicolas Sarkozy (saat itu menjabat Presiden Prancis), akan menjadi penganut Yudaisme.

Maruice Sinet dipecat dari Charlie Hebdo, karena menolak permintaan untuk meminta maaf pada orang Yahudi. Dia akhirnya dituntut ke pengadilan oleh LICRA, organisasi yang mengklaim bekerja untuk toleransi rasial.

"Pada dasarnya, Wikileaks mengatakan usaha untuk memerangi sikap anti-semit melalui sistem hukum Prancis, membuka jalan bagi pembunuhan oleh teroris," kata Dr Efraim Zuroff, pemimpin Simon Wiesenthal Center di Yerusalem.

Efraim membantah adanya lobi-lobi Yahudi untuk menyensor berbagai material anti-semit. Walau begitu, dia tidak menjelaskan mengapa anti-semit dianggap memicu kebencian, sementara penghinaan terhadap agama lain tidak. [yy/viva]