22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Bagaimana Yahudi Mengendalikan Dunia Kristen

Bagaimana Yahudi Mengendalikan Dunia Kristen

Fiqhislam.com - Orang-orang Yahudi bisa bertahan hidup sambil mengisolasi diri dari masyarakatnya, dengan mempertahankan bahasa dan kepercayaan mereka. Mereka tetap bisa menjalin kerja-sama antar mereka meskipun mereka hidup di berbagai negeri yang berjauhan.

Namun anehnya, mereka tidak bisa hidup antar-bersama dalam komunitas besar. Landasan umum yang mereka pakai sebagai dasar untuk menguasai dunia dan menghancurkan dunia Kristen jarang keluar dari garis yang telah ditentukan, seperti tertera dalam isi surat yang disiarkan oleh majalah riset Yahudi Prancis tahun 1880 berikut ini :

Pada tanggal 13 Januari 1489, Shamur seorang pendeta Yahudi di kota Orles menulis surat kepada masyarakat Yahudi Istanbul, minta pandangan berkenaan dengan situasi gawat yang dialami oleh masyarakat Yahudi di Prancis.

Dijelaskan, bahwa orang-orang Prancis di kota Aix, Arles dan Marseilles mengancam keberadaan tempat-tempat ibadah (Synagogues). Shamur bertanya apa yang harus dilakukan. Surat itu dijawab :

“Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa raja Prancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani. Kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah ke agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Ummat Kristen memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah.

“Selanjutnya didiklah putra-putri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan bisa merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka. Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka, binalah putra-putri kalian untuk menjadi dokter, agar bisa membunuh orang-orang Kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat peribadatan kalian. Maka, didiklah putra-putri kalian untuk menjadi pendeta, agar bisa menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka, didiklah putra-putri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menyelusup ke dalam jajaran pemerintahan.

“Dengan demikian, kalian akan bisa menundukkan orang Kristen dengan cengkeraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka.”

24 Juli 1489
ttd
Pemimpin Tertinggi Yahudi Konstantinopel

Para pemimpin Yahudi sering mengadakan pertemuan rahasia, untuk meletakkan dasar kerja-sama antara mereka, dan merumuskan program kerja dalam upayanya mewujudkan cita-cita. Barangkali, konferensi Basel di Swiss tahun 1894 adalah salah satu pertemuan yang penting yang mereka adakan.

Rahasia protokol sesepuh Zion sempat bocor dan tersiar luas. Dalam Protokol I terdapat ungkapan yang membicarakan orang Kristen sebagai berikut : “Orang dalam masyarakat Kristen sering kehilangan akal akibat pengaruh alkohol. Kaum mudanya menjadi lumpuh tak berdaya karena tenggelam dalam kemaksiatan dini, akibat usaha kegiatan para aktivis kita yang terdiri dari para tenaga akademik, para pelayan wanita yang bekerja di tempat-tempat maksiat, dan para wanita yang kita sebarluaskan dengan sengaja di tengah-tengah masyarakat untuk tujuan perusakan moral.”

“Kita adalah orang pertama yang menyerukan di tengah masyarakat lampau semboyan Liberte (Kemerdekaan), Egalite (Kebersamaan) dan Fraternite (Persaudaraan), sehingga bangsa-bangsa dungu di dunia mengulang-ulang semboyan tersebut, tanpa menyadari makna di balik itu. Bahkan, karena sikap mereka yang berlebih-lebih terhadap semboyan kosong itu telah menjauhkan dunia dari persaudaraan, kebersamaan dan kebebasan pribadi yang sebenarnya.”

yy/islampos
Sumber: Yahudi Menggenggam Dunia/ William G. Car/Pustaka Al-Kautsar