fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


11 Ramadhan 1442  |  Jumat 23 April 2021

PGI: Alkitab tak Bahas Aturan Pernikahan Sejenis

PGI: Alkitab tak Bahas Aturan Pernikahan Sejenis

Fiqhislam.com - Kepala Bidang Humas Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Jeirry Sumampow mengatakan belum ada aturan yang membenarkan ataupun melarang pernikahan sejenis. Bahkan dalam Alkitab pun tidak ada aturan yang menjelaskan secara rinci hukum terkait fenomena kontroversial tersebut.

"Di Alkitab nggak ada pembahasan yang detil soal itu (pernikahan sejenis)," kata Jeirry dalam pesan singkatnya kepada ROL, Selasa (30/6).

PGI, kata dia, masih terus melakukan kajian untuk menentukan sikap terkait aturan. Ada beberapa pertimbangan yang menurutnya masih dikaji baik deri segi ketuhanan maupun hak asasi manusia.

Mendukung pernyataan Jeirry, Ketua PGI Albertus Patty menyebut Alkitab ada sebelum fenomena tersebut terdeteksi dalam ilmu kedokteran yang secanggih saat ini. Jadi, dalam Alkitab tidak diatur fenomena kedokteran seperti LGBT ataupun bayi tabung yang selama ini menjadi kontroversi di masyarakat.

"Alkitab lahir sebelum ilmu kedokteran secanggih saat ini. Oleh karena itu butuh kajian lebih mendalam melihat dari sisi agama dan juga ilmu kedokteran," ujar Albertus.

Sayangnya hingga kini belum ada sikap pasti terkait aturan tersebut. Masih banyak gereja yang mendukung hubungan sejenis itu dengan dalih hak asasi manusia. Namun tidak sedikit juga yang mengecam keras karena tidak sesuai aturan perkawinan dalam perspektif teologis Kristen.

Pernikahan Sesama Jenis tak Mungkin di Indonesia

Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo  mengatakan, pernikahan sesama jenis tidak mungkin terjadi di Indonesia. Latar belakang politik dan sosial tidak memungkinkan terjadinya pernikahan sesama jenis.

"Tidak mungkin ada pernikahan sesama jenis di Indonesia. Di sini, keberadaan kaum LGBT cenderung kurang eksis dan tetap diwaspadai masyarakat,” ujar Romo Benny saat dihubungi ROL, Selasa (30/6).

Karena itu, kata dia, kaum LGBT Indonesia tidak memiliki cukup kekuatan untuk menekan pemerintah.  LGBT Indonesia, kata dia, berbeda dengan mereka yang Nerada di Amerika Serikat (AS).

Kaum LGBT di AS, lanjutnya, punya kekuatan secara politis. Pengesahan pernikahan sesama jenis yang baru saja dilakukan juga berdasar kepada tekanan politis dari mereka.

“Kalau di Indonesia, kaum LGBT tidak punya lobi-lobi politik.  Meski ada komunitasnya, masyarakat umum akan tetap mewaspadai keberadaan mereka. LGBT juga tidak sesuai dengan ajaran agama lain di Indonesia,  jadi sulit untuk mewujudkan pernikahan sesama jenis,” tambah Romo Benny.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) AS telah melegalkan pernikahan bagi sesama jenis.  Dalam putusannya, MA menyatakan pernikahan adalah hak mendasar bagi setiap pasangan,  tak terkecuali bagi pasangan berjenis kelamin sama.

Meski demikian, putusan MA itu juga diprotes keras oleh kelompok Kristen konservatif AS. Seorang advokat antigay menyebut putusan itu sebagai pengabaian terhadap ribuan suara warga AS.

Pernikahan Sejenis Salahi Perspektif Teologi Umat Kristen?

Dalam perspektif teologi umat Kristen, perkawinan bertujuan untuk mendapatkan keturunan. Jika ditinjau dari konsep tersebut, Kepala Biro Humas Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Jeirry Sumampow menyebut ada persoalan di balik pernikahan sejenis.

Jeirry mengatakan perkawinan dalam Kristen sejatinya dalam rangka melestarikan kehidupan lewat kelahiran anak. Maka, ada persoalan jika dilihat dalam konteks perkawinan menurut agama Kristen. "Jadi, dari perspektif teologi memang ada persoalan karena kita melihat dalam konteks perkawinan bertujuan dapat keturunan yang dilakukan oleh dua orang," kata Jeirry kepada ROL, Senin (29/6) malam.

Namun, ia menyebut hal ini masih jadi pertimbangan sikap yang akan ditentukan PGI. Hingga kini PGI masih belum bisa menyatakan sikap membenarkan atau melarang karena masih menjadi kontroversi di kalangan gereja.

Kata dia, ada gereja yang melarang keras pernikahan sejenis karena dianggap bertentangan dengan konsep teologi. Namun tak sedikit juga yang membolehkan dengan alasan hak asasi setiap manusia yang bebas memilih pasangannya.

Pernikahan sejenis memang menjadi pembahasan di dunia sejak lama. Beberapa negara sudah memberikan legalitas pernikahan bahi kaum LGBT. Negara teranyar yang memberikan izin adalah Amerika Serikat yang disambut bahagia seluruh pendukung LGBT di dunia. Namun tak sedikit juga negara yang masih menolak karena dianggap menyalahi aturan agama, salah satunya Indonesia. [yy/republika]