15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Stephen Hawking Tak Bisa Baca Hingga 8 Tahun

http://1.bp.blogspot.com/_7UBEh54FQ-0/TIdS0yuwwzI/AAAAAAAAAu0/O4nqGQvyFPs/s1600/tephen_Hawking.jpgStephen Hawking adalah ilmuwan kontroversial termasuk keberaniannya meragukan peran serta Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Bagaimana hidupnya?.

Stephen Hawking merupakan salah satu makhluk tercerdas di dunia. Namun ahli astrofisika ini mengaku bahwa dirinya tidak bisa membaca hingga usia delapan tahun.

Di kuliah umum Royal Albert Hall, Hawking juga mengaku bahwa ia sangat malas saat menuntut ilmu di Oxford University.

Kampus bergengsi inilah yang menjadi tempatnya mempelajari fisika. Saat didiagnosa meninggal muda akibat penyakit syaraf motorik, Hawking malah membuktikan eksitensi diri dengan konsentrasi atas pekerjaannya.

"Saudara perempuan saya, Philippa, sudah mampu membaca di usia 4 tahun dan menjadi orang yang lebih baik dari saya," katanya.

Hawking sempat ditolak oleh pihak sekolah karena ia tidak pernah mengikuti pelajaran.

"Pekerjaan rumah saya sangat berantakan dan tulisan tangan saya begitu buruk hingga para guru kecewa," ujar Hawking.

Meskipun ia memperoleh gelar kehormatan dari Oxford University, Hawking mengaku dirinya sangat pemalas selama menuntut ilmu di universitas dan hanya belajar selama satu jam setiap hari.

Namun saat ia divonis menderita penyakit langka dan hanya memiliki waktu sedikit untuk hidup hingga berusia 21 tahun, ia menjadi sangat fokus dengan pekerjaannya dan masa produktif ini menciptakan beberapa terobosan.

"Saat berhadapan dengan kemungkinan adanya kematian dini, Anda akan menyadari bahwa hidup sangat layak dan masih banyak yang ingin Anda lakukan," katanya.

Jim Al-Khalili, profesor fisika di University of Surrey yang ada di acara itu mengatakan, saya sangat yakin bahwa Stephen Hawking ditakdirkan untuk menciptakan hal besar dalam ilmu kosmologi, dengan atau tanpa penyakitnya.

Sekitar tahun 1965 dan 1975, Hawking mengembangkan teori bahwa lubang hitam (black holes) muncul setelah Big Bang dan mengembangkan teori yang menyebutkan bahwa hancurnya bintang dapat memancarkan panas.

Ini dikenal sebagai teori Radiasi Hawking.
Hawking menjadi lumpuh akibat penyakit syaraf motorik yang dikenal dengan nama amyotrophic lateral sclerosis (ALS).

Ia berbicara menggunakan otot muka yang dibantu dengan software khusus untuk mengartikan suaranya agar lebih jelas. [ito/Ellyzar Zachra/Inilah.com]

 

Artikel Terkait