21 Safar 1443  |  Rabu 29 September 2021

basmalah.png

Wajah Baru Gadis Korban Mutilasi Hidung Oleh Taliban

Tersenyum lebar, perempuan korban mutilasi hidung, Bibi Aisha (19), muncul ke depan publik untuk kali pertamanya. Hidung bolongnya yang mengerikan kini tak terlihat lagi, ditutupi hidung palsu.

Aisha sebelumnya menggegerkan publik saat fotonya ditampilkan di sampul majalah terkemuka dunia,
TIME edisi 9 Agustus 2010 lalu. Kemunculannya menguak tabir nasib perempuan Afganistan di bawah pemerintahan Taliban.

Aisha menerima penghargaan 'Enduring Heart' dari Grossman Burn Foundation, sebuah organisasi yang berbasis di Los Angeles yang juga membiayai proses operasi rekonstruksi hidungnya.

Penghargaan diberikan oleh First Lady California, Maria Shriver. "Ini pertama kalinya penghargaan ini diberikan kepada seorang wanita berhati baja yang menunjukkan pentingnya memiliki cinta dan ketegaran," kata istri Arnold Schwarzenegger itu, seperti dimuat situs Daily Mail, Selasa, 12 Oktober 2010.

Aisha yang tampak bungah menerima penghargaan itu hanya menjawab singkat, "Terima kasih."


Ketika masih berusia 12 tahun, oleh ayahnya Aisha dinikahkan dengan seorang pejuang Taliban demi membayar utang keluarga. Dia diserahkan kepada keluarga suaminya, yang belakangan kerap menyiksa dan memaksanya tidur di kandang ternak. Ketika ia berusaha melarikan diri karena tak tahan dengan segala siksaan itu, dia tertangkap. Sebagai hukuman, hidung dan telinganya dipotong oleh suaminya sendiri.


"Saya pingsan ketika mereka memotong hidung dan telingaku. Saat itu tengah malam, aku merasa ada air dingin di hidungku," kata Aisha kepada reporter CNN, Atia Abawi.

Saat itu Aisha mengaku tak tahu cuping hidungnya sudah lenyap. "Aku membuka mata, tapi tak bisa melihat apapun. Mataku tertutup darah."

Nyaris sekarat, Aisha merangkak ke rumah kakeknya. Ayahnya lalu membawa dia ke klinik Amerika di mana ia lalu dirawat selama 10 minggu. Aisha lalu disembunyikan di sebuah penampungan rahasia di Kabul, sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat Agustus lalu oleh Grossman Burn Foundation. Di Amerika, dia tinggal dengan keluarga angkat.


Dr. Peter H. Grossman mengatakan ia berharap Aisha bisa mendapatkan solusi medis yang lebih permanen untuk hidungnya. "Ini berarti harus merekonstruksi hidung dan telinganya dengan menggunakan tulang, jaringan, dan tulang rawan dari bagian lain tubuhnya."
lintasberita.com | /berbagifb.blogspot.com