21 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 24 Januari 2022

basmalah.png
ARTIKEL UMUM

Di Tanah Jenghis Khan, Adolf Hitler "Lahir Kembali"

http://1.bp.blogspot.com/_A24UZctD--E/TFcmaAt3SKI/AAAAAAAABvI/jWE_N-frTVQ/s320/Guardian+Mongolian+Neo+Nazis.jpg

ULAN BATOR – Rupanya Adolf Hitler tak hanya punya pendukung di Jerman, para pegagum Nazi bahkan menyebar hingga ke tempat yang tidak diperkirakan sebelumnya, yakni ke tanah tumpah darahnya Jenghis Khan. Ya, ada laporan yang menyebutkan bahwa terdapat kaum Neo-Nazi di Mongolia yang amat menggandrungi logo swastika dan memberikan penghormatan ala Nazi.

Tangan kanan mereka dinaikkan dan mereka meneriakkan penghormatan kepada Hitler, "Sieg heil!" Tapi, melihat karakter tulang pipi mereka, mata yang hitam dan kulit yang cokelat, ciri-ciri mereka jauh dari bangsa Arya.

Kelompok-kelompok seperti Tsagaan Khass (swastika putih) mengaku mengagumi kesetiaan Hitler terhadap kemurnian ras. Kelompok-kelompok ultranasionalis tersebut dituding berada di balik banyak serangan terhadap para warga negara China dan juga perempuan Mongolia yang tidur dengan lelaki China.

Tsagaan Khass menganggap diri mereka sebagai patriot yang membela masyarakat jelata yang dihadapkan dengan kejahatan asing, ketidaksetaraan yang merajalela, ketidakacuhan politik, dan juga korupsi.

"Kami menaruh hormat pada sosok Adolf Hitler. Dia mengajarkan kami bagaimana cara melestarikan identitas nasional," kata salah satu pendiri Tsagaan Khass yang agaknya tidak menyadari bahwa rezim Hitler mengeksekusi tahanan perang Soviet yang terlihat seperti orang Mongolia.

"Kami tidak setuju dengan ekstremismenya dan tindakannya yang memicu lahirnya Perang Dunia II. Kami menentang pembunuhan itu, tapi kami mendukung ideologinya," tambahnya.

Namun, para pengkritik mengatakan bahwa mereka mengambinghitamkan dan menyerang orang tak bersalah. Beberapa tahun terakhir, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan para warga negaranya mengenai semakin meningkatnya serangan terhadap pasangan beda ras dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kekerasan yang telah dirancang kelompok-kelompok ultranasionalis.

Dayar Mongol mengancam akan menggunduli kepala tiap perempuan yang berhubungan dengan pria China. Tiga tahun lalu, pemimpil Blue Mongol dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan kekasih putrinya, kabarnya karena pria muda tersebut menuntut ilmu di China.

Tsagaan Khass menyebutkan bahwa swastika adalah sebuah simbol Asia, memang benar, namun tidak menjelaskan penggunaan warna-warna Nazi, elang Nazi, dan penghormatan ala Nazi, demikian juga dengan foto besar Hitler di bungkus rokok Big Brother.

"Sebagai sebuah bangsa, kami harus memastikan bahwa darah kami murni. Itu ada hubungannya dengan kemerdekaan kami," kata Battur, 23 tahun, seraya menjabarkan bahwa populasi Mongolia kurang dari tiga juta orang.

"Jika kami bercampur dengan orang China, perlahan mereka akan menelan kami. Masyarakat Mongolia tak terlalu kaya. Orang-orang asing datang membawa uang banyak dan mungkin saja mulai mengambil wanita-wanita (suku) kami," tambahnya.

Big Brother mengakui bahwa dirinya mendapatkan gagasan semacam itu dari kelompok-kelompok nasionalis yang muncul di Rusia pascaruntuhnya Uni Soviet.

"Meski sebagian orang merasa bahwa pandangan ini terlalu ekstrem, tampaknya ada kesepakatan bersama bahwa China memang penjajah jahat yang ingin menguasai Mongolia," kata Franck Billé dari Camridge University yang meneliti gambaran orang China di Mongolia.

Sejumlah lirik lagu hip hop yang berbunyi "Tembak mereka semua, semua, semua" banyak diputar di berbagai bar dan kelab. Berdasarkan cerita rakyat, sebagian kalangan meyakini bahwa China memiliki kebijakan rahasia menganjurkan warga negaranya yang pria untuk berhubungan intim dengan wanita Mongolia.

"Mereka banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat," kata Enkhjargal Davaasuren, direktur National Centre Against Violence yang khawatir bahwa kelompok-kelompok ultranasionalis semakin percaya diri dan membuat para korban terlalu takut muncul di depan umum dan berbagi kisah. Ia merujuk pada sebuah rekaman video yang diunggah di situs YouTube tahun lalu, memperlihatkan seorang pria yang dengan kasar mencukur rambut seorang wanita. (dn/nr/gd/suaramedia.com)