pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Etnis-Etnis Tanpa Negara

http://putrahermanto.files.wordpress.com/2009/10/zionism.jpg?w=300&h=297

Hampir semua kita pernah mendengar tentang kisah bangsa Yahudi. Sampai akhirnya berhasil mendirikan negara Israel dengan gerkan Zionisnya, orang-orang Yahudi bisa dikategorikan stateless community. Sebuah suku yang menyebar mulai dari ujung timur Persia sampai ujung barat Afrika Utara, dari Eropa sampai Yaman tetapi tidak mempunyai negara.

Ternyata ada banyak kasus serupa di dunia ini. Orang-orang Kurdi menetap di setidaknya di tiga negara, Turki, Irak dan Iran. Juga komunitasnya ditemukan di Amerika Utara dan Eropa. Mereka tidak mempunyai negara. Orang-orang suku Armenia, walaupun sudah memiliki negara (sekarang) tetapi juga masih menimbulkan masalah di Turki dan Irak. Orang-orang Armenia yang tinggal di luar Armenia juga lebih banyak daripada yang tinggal di Armenia sendiri. Terakhir orang-orang Armenia di Nagorno-Karabakh sebuah provinsi di Azerbaijan memberontak terhadap pemerintah Azerbaijan. Ini menjadi cukup masalah karena orang-orang Azeri juga cukup banyak yang tinggal di Armenia (karena mereka bertetangga), akibatnya orang-orang Azeri di Armenia hampir seluruhnya melarikan diri ke Azerbaijan. Hal ini diperparah dengan sentimen agama, karena orang Armenia beragama kristen apostle, sedangkan orang Azeri beragama Islam (dari kelompok Shiah).


Armenia merupakan negara tertua di dunia yang menyatakan Kristen sebagai agama negara, bahkan mengalahkan Vatikan. Kristen di Armenia disebarkan oleh dua orang murid Yesus sendiri (makanya disebut Kristen Apostle).

Orang-orang Azeri ini sendiri ternyata merupakan 24% dari penduduk Iran, tetapi karena kesamaan agama dan budaya mereka tidak menimbulkan masalah di Iran.

Orang-orang Kashmir di India telah lama dicap separatis oleh pemerintah India (mostly karena mereka beragama Islam). Sedangkan oran Kashmir di Pakistan relatif tidak menimbulkan masalah.

Orang Chechen di Kaukasus, selalu menimbulkan masalah bagi Federasi rusia karena keinginan mereka untuk memerdekakan diri terlepas dari federasi Rusia. Setidaknya 3 negara federasi Rusia bertetangga di Kaukasus, Chechnya, Dagestan dan Ingusethia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Hanya orang Chechnya yang berjuang untuk merdeka penuh.

Yang sangat mengagumkan adalah orang-orang Turkmen. Mereka memiliki negara di Asia Tengah bernama Turkistan. Tetapi pada abad ke-9 sampai 12 mereka bermigrasi, didukung oelh kebijakan kekhalifahan Islam yang menyewa mereka sebagai tentara karena keahlian suku ini dalam memanah. Mereka disebut sebagai Mamluk. Jenderal-jenderal mereka menjadi panglima perang yang tangguh dan cerdas. Mesir sempat diperintah oleh kerajaan Mamluk ini. Akhirnya mereka menguasai Asia Kecil?anatolia dan mendirikan kerajaan Seljuk yang akhirnya berkembang menjadi Kekhalifahan Ottoman yang berpusat di Istanbul. Sampai sekarang mereka menjadi bangsa yang mendiami wilayah yang kita kenal sebagai negara Turki.

Orang-orang China di Indonesia dan banyak negara di dunia juga dalam beberapa hal dapat dikategorikan sebagai stateless people. Mereka menjadi industrialis dan pebisnis yang hebat.

Mempelajari pergerakan bangsa-bangsa ini. Satu hal harus diakui sebagai keahlian mereka adalah kemampuan mereka untuk beradaptasi dan berasimilasi, mengembangkan pengetahuan dan pada akhirnya menjadi inspirasi karena kesuksesannya.

Di Indonesia kita mengenal peribahasa “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”. Barangkali inilah ungkapan yang tepat untuk suku bangsa ini. Setidaknya ada 2 suku bangsa di Indonesia yang mempunyai kemampuan adaptasi dan asimilasi seperti ini yaitu suku Minang dan Bugis. Kita dapat melihat komunitas kedua suku ini di berbagai daerah di Indonesia dan yang penting kehadiran mereka sejauh ini tidak menimbulkan konflik di tempat mereka berada. Wallahu’alam (putrahermanto.wordpress.com)