16 Dzulhijjah 1442  |  Senin 26 Juli 2021

basmalah.png

Benang Merah Al Quran - Injil - Naskah Laut Mati

Benang Merah Al Quran - Injil - Naskah Laut Mati


Fiqhislam.com - Adapun yang dimaksud dengan apocryph secara umum berarti beragam kitab-kitab keagamaan yang sumbernya tidak jelas, dan secara khusus sekelompok dari 14 kitab yang ditolak (not considered canonical). Dalam pandangan Nasrani Injil Barnabas dianggap apocryph oleh karena isinya bertentangan dengan keempat Injil dalam Perjanjian Baru. Barnabas adalah salah seorang di antara ke-12 hawariyyun yang mendapat tugas khusus dari Nabi ‘Isa AS untuk menulis Injil. “And Jesus turned himself to him who writeth, and said: ‘See Barnabas, that by all means thou write my gospel concerning all that happened through my dwelling in the world’. ” (B-221).

“Dan ‘Isa berpaling kepada dia yang menulis (maksudnya diri Barnabas) sambil berkata: ‘Hai Barnabas betapapun juga kamu tuliskan Injil saya mengenai semua kejadian yang telah berlangasung dalam perteduhan saya di dunia ini’.”

Dalam Injil Barnabas disebutkan bahwa yang ditangkap oleh tentara Romawi, kemudian disalib bukanlah Nabi ‘Isa AS, melainkan Yudas Iscariot. Mari kita baca: (B-215).” “Tatkala serdadu-serdadu itu bersama dengan Yudas mendekati tempat ‘Isa berada, ‘Isa mendengar banyak orang datang mendekat, ia menarik diri ke dalam rumah. Dan kesebelas orang (hawariyyun) sedang tidur. Malaikat-malaikat suci datang dan membawa ‘Isa keluar melalui jendela yang menghadap ke Selatan.”

Untuk menghemat ruangan selanjutnya hanya terjemahannya saja. “Di depan semua (serdadu-serdadu) Yudas melesat masuk ke dalam ruang tempat ‘Isa’ yang baru saja dibawa (malaikat-malaikat) . Dan para hawariyyun sedang tidur. Dalam pada itu Tuhan bertindak secara mentakjubkan sedemikian rupa sehingga Yudas diserupakan seperti ‘Isa dalam berbicara dan wajah. Serdadu-serdadu itu masuk lalu menangkap Yudas, sebab dalam segalanya ia serupa dengan ‘Isa (B-216).”

“Demikianlah mereka membawa Yudas ke bukit Calvary, dan di situ mereka menyalibnya dalam keadaan telanjang. Yudas sama sekali tidak dapat berbuat apa-apa kecuali berteriak: ‘Tuhan, mengapa Dikau menelantarkan saya’ (B-217).”

‘Isa menyahut sambil memeluk ibunya: “Percayalah kepadaku ibu,sesungguhnya saya katakan kepadamu saya sama sekali tidak mati (B-218).
“Sesungguhnya saya katakan kepadamu, saya tidak mati melainkan Yudas si pengkhianat (B-221).”

Pada tepi barat Laut Mati, sekitar 12 km sebelah selatan Jericho terletak lembah Qamran. Dewasa ini tempat itu sunyi, hampa, hanya geletakan reruntuhan biara kaum Essene yang membisu. Namun dalam sejumlah gua yang tidak jauh dari rerunthan itu didapatkan naskah-naskah kuno, yang disembunyikan secara cermat oleh kaum Essene. Di situlah naskah-naskah kuno itu tak tersentuh tangan-tangan manusia selama 2000 tahun. Karena
terdiri atas gulungan-gulungan perkamen dan tembaga, naskah-naskah itu diberi bernama Dead Sea Scrolls (gulungan-gulungan Laut Mati, selanjutnya disingkat DSS). DSS di dapatkan dalam 11 buah gua, berturut-turut dalam tahun 1947, 1949, 1951, 1956.

Banyak yang menarik dari DSS tersebut, di antaranya kita kutip tulisan DR Charles Francis Potter dalam “The Lost Years of Jesus Revealed”, dituliskan artinya saja: “Selama berabad-abad para terpelajar Kristen yang mengkaji Bijbel merasa heran di mana dan apa yang diperbuat ‘Isa selama 18 tahun yang sunyi (18 silent years), di antara umur 12 dengan 30 tahun. Gulungan-gulungan yang mentakjubkan dan dramatis dari perpustakaan besar kaum Essene yang didapatkan dalam gua dekat Laut Mati pada akhirnya memberikan kepada kita jawabannya. Bahwa selama tahun-tahun yang hilang tersebut ‘Isa adalah murid dari pendidikan kaum Essene ini.”

Hal yang menarik adanya seorang tokoh dalam DSS yang bernama Teacher of Rightousness (Guru Kebenaran). Para sarjana (di antaranya Potter) mengaku adanya persamaan yang menyolok antara ajaran-ajaran “Yesus dengan Guru Kebenaran” Namun para sarjana itu kebingungan, tidak mau mengatakan bahwa Guru Kebenaran itu adalah Yesus, karena Yesus mati disalib, sedangkan menururt Hymn dari DSS, Guru Kebenaran ini luput dari bahaya maut. Dituliskan terjemahannya saja: “Wahai Tuhanku, aku bersyukur kepada Engkau karena kasih Engkau selalu tertuju kepadaku. Engkau selamatkan jiwa si miskin ini dari bahaya maut. Mereka menghendaki supaya kumati terkutuk, untuk memenuhi permintaan orang-orang yang suka kepada kejahatan (DSS: Hymn 4). Penjelasan: yang dimaksud dengan mati terkutuk adalah mati di palang salib, karena bagi orang Yahudi, mati di palang salib itu adalah mati terkutuk.

Maka terjadi dilemma, mengatakan Yesus adalah Guru Kebenaran, berarti DSS termasuk dalam golongan apocryph, karena DSS tidak sesuai dengan keempat Injil dari Perjanjian Baru tentang kematian Yesus. Padahal DSS tak pernah dijamah manusia selama 2000 tahun, yang sumbernya lebih tua dari keempat penulis Injil dalam Perjanjian Baru. Jadi dalam hal ini keempat Injil dalam Perjanjian Baru itulah yang apocryph. Akan tetapi jika dikatakan DSS tidak apocryph, melainkan keempat Injil dalam Perjanjian Baru yang apocryph, berarti Yesus tidak mati disalib. Padahal peristiwa salib merupakan dasar theologi Nasrani: Yesus disalib untuk menebus dosa manusia, dosa warisan dari Adam dan tentang kebangkitan.

Apakah janji Allah dalam Al Quran?

Kenapa setelah 2000 tahun, naskah-naskah itu baru ditemukan? Apakah penemuan itu berkaitan dengan janji Allah dalam Al-Qur’an, seperti terjemah dari dua ayat di bawah ini

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al’Quran itu adalah benar . Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS. Fushilat53)

Bagi umat Kristiani yang mungkin tidak meyakini kebenaran Al-Qur’an, terdapat dalam Injil Thomas satu pernyataan Yesus sebagai berikut :

Jesus mengatakan, “Ketahuilah, apa yang ada dihadapanmu, dan apa yang tersembunyi darimu akan dibuka untukmu. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi kecuali akan dijelaskan. (Thome 5:23)

Makna dari pernyataan Yesus/Isa As, di atas juga sejalan dengan yang ada pada Injil (Lukas 12:2) “Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui” Juga pada (Markus 4:22)

Tanpa berani memastikan bahwa penemuan tersebut merupakan bukti dari janji Allah, namun sebagai seorang Muslim yang diajari Al-Qur’an untuk mengkaji segala yang terjadi, kita patut meneliti dan mencari hikmah apa di balik penemuan dari benda-benda yang sudah terkubur selama kurang lebih 2000 tahun.

Probabilitas lain tentang penyaliban Yesus?
Kenyataanya yesus disalib, kemudian isue (pembenaran) penyaliban dalam rangka penebusan dosa, apakah itu cuma satu-satunya kemungkinan tentang isu tersebut? Tidakah ada kemungkinan lain di balik penyaliban itu?

Alquran mengatakan bahwa “….Isa as diserupakan dan tidak mati di tiang salib”
Injil Barnabas mengatakan bahwa “Saya tidak mati melainkan Yudas si pengkhianat”
Injil Thomas (DDS) mengatakan bahwa “ yesus tidak mati disalib”

Kalau saja kita (misal) mengambil kemungkinan lain tentang sejarah trinitas :
“Andaikata Allah mewahyukan Trinitas kepada nabi-nabi Yahudi sebelum Yesus, sudah lama orang Yahudi menyembah Trinitas. Namun bagaimana mungkin Allah mewahyukan Trinitas kepada umat Yahudi, sementara Yesus, salah seorang anggotanya, baru lahir, lama setelah para nabi-nabi ternama seperti Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan lain-lain tiada”

Betapa bencinya yahudi pada yesus, sehingga yesus di bunuh, dan memang si pintar yahudi inilah memberikan Issue bahwa, Pembunuhan pada Tuhan Yesus, untuk menebus dosa-dosa umat sedunia,
dan hingga kini fitnah itu masih di jadikan Ilahian umat Kristiani.

Mengapa kemungkinan pada asumsi benang Merah dari ke 3 nara sumber diatas tidak di jadikan sebagai kemungkinan lain tentang penyaliban Yesus?

Sumber :
1. The Five Gospels, The search for the Authentiv Words of Jesus. Robert W.Funk, Roy W. Hoover, and The Jesus Seminar, Harper SanFrancisco, 1993, hal 474 3.
2. The Five Gospels, The search for the Authentiv Words of Jesus. Robert W.Funk, Roy W. Hoover, and The Jesus Seminar, Harper SanFrancisco, 1993, hal 475. Newsweek, edisi 30 Agustus 2004, hal 44.

 

[yy/Sabrina Ulfa/Cahyaiman.wordpress]