15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Diupayakan Teknologi Melawan Kematian

http://4.bp.blogspot.com/_n2elYpk9Zj8/SzG24MtQj-I/AAAAAAAAAqA/JZbpqz5ZgXM/s400/death09.jpg

MOSCOW--“Saya tidak ingin mati karena kematian tidak akan cocok dengan saya,” ungkap investor bangkir 35 tahun, Innokenty Osadchy. Dia telah menemukan cara menerobos kematian.

Osadchy siap membayar untuk membekukan otaknya hingga teknologi membuatnya dapat terus hidup. Namun demikian, dia harus melewati proses transplantasi ke tubuh yang baru.
“Kenapa saya harus mati untuk beberapa dekade? Ini tidak logis,” ungkapnya. Dia menilai hal itu bukanlah kehidupan yang lain, tetapi kelanjutan hidupnya. Dirinya tidak mau mati. Tidak dalam setahun, tidak juga jutaan tahun.

Osadchy dan klien sebuah perusahaan kryonik Rusia, KrioRus, meyakini otak berfungsi seperti perangkat keras komputer. Isinya dapat dibekukan dan kembali dibuka di masa depan. “Kami tahu kepribadian dapat kembali dibentuk otak. Karena itu ketika tubuh seseorang menua, tidak ada alasan untuk menjaganya,” ungkap seseorang yang menjalankan perusahaan itu, Danila Medvedev. Dia mengatakan akan lebih murah, selamat, dan lebih baik dengan membekukan otak, ungkapnya.

Kryonik atau pembekuan manusia untuk dapat kembali hidup dilarang di Prancis. Namun demikian, KrioRus telah membekukan empat tubuh dan delapan kepala manusia dengan nitrogen dilapisi metal. Sebagian dijaga pihak keluarga di rumah. Kebanyakan tersimpan di container di sebuah gudang. “Kamu hanya harus mengaktifkan jantungnya. Maka akan kamu temukan seseorang yang hidup lagi,” terang Medvedev.

Sejak 2005 KrioRus berjalan. Perusahaan ini sudah merekrut 30 klien seperti Osadchy. Jika berminat maka seseorang harus membayar 10 ribu dolar Amerika atar setara Rp 94 juta untuk pembekuan otak, dan 30 ribu dolar Rp 282 juta untuk pembekuan seluruh tubuh. Red:

Krisman Purwoko | Rep: c29 | Sumber: republika.co.id / AFP