22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

"Robin Hood" Aljazair, Merampok Hasilnya Disumbangkan Untuk Gaza

http://1.bp.blogspot.com/_VgFj2vT3Cc0/StvYedtGsLI/AAAAAAAAAJQ/mIBS7q8gJyA/s320/guy.jpg

Ini bukan kisah dongeng abad pertengahan di Inggris atau cerita jagoan betawi anti kumpeni di Jakarta yang mereka semua melakukan aksi pencurian dan hasilnya untuk membantu kaum dhuafa. Dan sosok seperti mereka hadir kembali di Aljazair mungkin juga ditempat lain.

Beberapa pencuri yang melakukan aksi pencurian dari orang kaya dan kemudian hasil curiannya diberikan kepada orang miskin, belakangan ini muncul di Aljazair, membawa kembali ke benak masyarakat akan sosok seorang penjahat heroik yang paling terkenal di dunia cerita rakyat Inggris, Robin Hood.

Contoh paling baru adalah seorang pencuri berusia 40 tahun yang memimpin sebuah geng khusus yang spesialis melakukan pencurian dan sangat terkenal di lingkungannya sebagai Robin Hood yang sering menolong orang yang membutuhkan bantuan, lapor surat kabar harian independen al-khabar Sabtu lalu.

Dalam satu peristiwa, pencuri yang berusia 40 tahun tersebut sedang berlari setelah selesai melakukan 'aksinya', namun ditengah jalan ia berpapasan dengan seorang wanita yang menangis karena mantan suaminya tidak mau membayar tunjangan untuk dirinya dan membiayai anak perempuan mereka.

Kemudian si pencuri 'baik hati' ini memberikan nasehat agar si wanita tersebut tenang dan ia berjanji akan kembali lagi dan menngunjungi wanita itu dalam malam yang sama.

Ketika malam tiba dan si pencuri memastikan tidak ada yang akan melihatnya, "Robin Hood" ini mengetuk pintu rumah wanita tersebut dan memberinya uang sejumlah 23.000 dinar. Dan ia kemudian menghilang dengan cepat sebelum wanita itu mengucapkan terima kasih atau bertanya dari mana asal uang yang ia terima.

Dalam insiden lain, pencuri budiman ini melihat seorang wanita tua di jalan yang mengeluh tidak mampu membayar tagihan listrik. Dia langsung memberikan uang dan menghilang dengan cepat setelah meminta perempuan tua tersebut berdoa untuk keselamatan dirinya.

"Robin Hood" lain muncul di provinsi timur laut Annaba. Ammar (28 tahun), mengawasi dan membawahi beberapa geng yang mengkhususkan diri dalam penjambretan dan menyebarkan penyamun di jalan antara Annaba dan provinsi tetangga Konstantinus.

Hampir 30 pengumuman dan usaha penangkapan yang dilakukan dan dikeluarkan oleh pihak kepolisian untuk menangkap Ammar, namun para tetangganya melindunginya dan menawarkan dirinya tempat persembunyian baginya karena sosok Ammar bagi mereka adalah malaikat penolong karena sering memberi mereka uang untuk masyarakat di lingkungan miskin lingkungannya dan Ammar juga sering menyumbangkan sebagian besar uang yang ia curi untuk masjid lokal.

Kasus lainnya, surat kabar melaporkan adalah seorang pencopet yang khusus dmencopet para perempuan dan uniknya sebagian besar hasil copetannya tersebut ia sumbangkan untuk Gaza.

"Robin Hood" ini, yang baru saja dibebaskan dari penjara, mengatakan dia tidak tahan melihat kekejaman yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina dan merasa bahwa dia harus melakukan sesuatu.

Cerita-cerita ini, menurut surat kabar Aljazair tidak dimaksudkan untuk mendorong orang untuk melakukan pencurian dan hasil curiannya di sumbangkan untuk tujuan-tujuan yang mulia.

"Kami hanya mencoba untuk memberikan penjelasan tentang kejadian-kejadian yang tidak biasa yang terjadi di masyarakat kita," kata pernyataan salah satu surat kabar.(fq/aby)

Eramuslim.com