16 Dzulhijjah 1442  |  Senin 26 Juli 2021

basmalah.png

Gravitasi Bumi Naik Enam Kali Lipat?

http://meityfarida.files.wordpress.com/2009/10/black-hole.jpg

JAKARTA - Tepat pukul 17:00 waktu Greenwich atau 24:00 tengah malam 7 Juli 2010 akan terjadi fenomena luar biasa dengan gaya gravitasi naik 6 kali lipat.

Hal itu karena planet Merkurius, Bumi, Venus, Uranus dan Neptunus berada tepat satu garis dengan matahari.

Berita ini, sekarang sedang marak beredar di internet melalui email dan mailis. Disebutkan peristiwa seperti itu hanya terjadi dalam kurun 20.000 ribu tahun sekali.

Akibat peristiwa itu laut akan mengalami pasang naik dan kemungkinan akan meluap.

Berat benda juga akan naik 6 kali lipat. Jika berat badan 50 kg bisa jadi 300 kg.

Semua benda juga akan tertarik ke permukaan bumi. Burung, kelelawar yang terbang dalam jarak 1 km dari permukaan bumi akan langsung tertarik dan jatuh.

NASA sudah memperingatkan semua perusahaan penerbangan agar tidak take off pada jam tersebut dan fenomena ini akan berlangsung sekitar 10 menit.

Namun Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin membantah berita itu.

Menurutnya fenomena segarisnya planet secara astronomi hal biasa, walau sebenarnya tidak tepat segaris.

"Isu itu tidak benar, NASA tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu. Lagipula NASA juga tidak mungkin memberikan informasi secara mendadak. Itu kan butuh pengamatan yang sangat lama dan akan diberi tahu jauh-jauh hari," terang Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika LAPAN, Thomas Jamalludi, Jakarta.

Dia juga menambahkan fenemona seperti itu dalam ilmu Astronomi dan Astrofisika tidak mungkin terjadi. Pasalnya, matahari jauh lebih besar ketimbang Bumi dan planet lainnya, jarak antara satu planet dengan satu planet lainnya juga sangat jauh.


"Struktur garis beredar antar planet itu berbeda. Dalam ilmu astronomi memang ada kemungkinan seperti itu (tepat satu garis), akan tetapi sebenarnya tidak betul-betul segaris. Dampak yang dihasilkan pun juga tidak separah itu," sebutnya.


Thomas menyebutkan, pasang surut air laut terjadi karena bulan saja, dan tidak mungkin terjadi karena fenomena yang lain.

"Isu seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi, pada 1997 dan 5 Mei 2000, semuanya dikaitkan dengan Kiamat. Tapi hingga saat ini, tidak terbukti," tandasnya. (ar/ok/inl)

Suaramedia.com