23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Gambar Yesus di Seluruh Dunia Tak Sesuai Fakta

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/yesus-asli.jpg&h=235&w=355&zc=1

VOA-islam.com - Artikel kristologi berjudul “Foto Yesus Berhadiah Mobil BMW: Menjawab Testimoni Dusta Penginjil Sunda” . Artikel tersebut dimaksudkan untuk menjawab kesaksian penginjil urang Sunda yang menamakan dirinya Kang Maman. Dalam kesaksian yang dengan judul provokatif “Dianiaya dan Dibakar Akibat Menjadi Kristiani.” (tabloid Zaitun, edisi 36 Th II), Maman mengaku mengaku sebagai mantan Muslim. Perpindahan iman dari Islam ke Kristen, tulisnya, bermula ketika melakukan shalat pada malam hari, Kang Maman mendengar gemuruh angin di ruangan shalat. Saat itu, hadir seorang berjubah putih dan berselendang merah membara serta membawa sebuah tongkat. Lelaki itu mengucapkan salam dengan suara menggelegar, “Syalom, syalom!”

Lelaki tak dikenal itu terus-menerus menatap ke arah Kang Maman. Tiba-tiba orang itu berucap, “Anakku, akulah Isa Almasih, dan Akulah Yesus Kristus. Akulah jalan yang lurus dan akulah yang terkemuka di dunia dan di akhirat.” Penampakan itulah awal kisah Kang Maman menjadi orang Kristen.

Dalam tangggapannya terhadap kesaksian Penginjil Kang Maman tersebut, Mokoginta meragukan seluruh kesaksiannya.

...kesaksian Penginjil Kang Mamam bahwa dia masuk Kristen karena bertemu Yesus melalui sebuah penampakan, wajib diragukan, karena bohong belaka. Sebab, darimana dia tahu bahwa itu wajah Yesus yang asli...

Menurutnya, kesaksian Penginjil Kang Mamam bahwa dia masuk Kristen karena dia telah dijamah oleh Yesus melalui sebuah penampakan, wajib diragukan. Bila ia mengaku melihat Yesus secara langsung, jelas sekali bahwa kesaksian seperti itu bohong belaka. Sebab, darimana dia tahu bahwa itu wajah Yesus yang asli (original)? Jika wajah mereka itu asli, siapa yang memotretnya? Kamera, scanner, foto copy dan handycam merek apa yang dipakai saat itu?

Untuk membuktikan bahwa foto-foto Yesus itu tidak ada yang original, Mokoginta menampilkan berbagai model foto Yesus yang beredar di seluruh dunia. Foto-foto tersebut tidak ada yang sama, semuanya berbeda dan bertolak belakang satu sama lainnya.

Mokoginta bahkan menantang Penginjil Kang Maman dan para jemaatnya dengan sayembara foto Yesus berhadiah mobil BMW.

“Kepada Penginjil Kang Maman yang mengaku pernah ketemu Yesus melalui penampakan nyata, kami menantang dengan sayembara menarik. Kami sediakan hadiah berupa mobil sedan BMW bila Kang Maman maupun jemaat Kristen lainnya bisa menunjukkan wajah Yesus yang sesungguhnya (asli/original) berdasarkan data-data yang valid dan ilmiah,” tulisnya.

...Kami sediakan hadiah sedan BMW bila Kang Maman maupun jemaat Kristen lainnya yang bisa menunjukkan wajah Yesus yang asli/original...

Sampai tulisan ini ditayangkan, belum ada satu orang pun yang layak mendapat hadiah mobil BMW.

Seorang kristiani bernama Habel Ndoen bahkan mengirim email berjudul “Yang penting bukan foto atau gambar Yesus Kristus.” Anehnya, Habel tidak berminat menjawab kuis BMW, tapi justri mengakui bahwa ia dan seluruh manusia di dunia tidak ada yang mampu menjawab kuis foto Yesus berhadiah mobil BMW tersebut. Habel menulis sbb:

“Sayembara  foto Yesus hadiah BMW tidaklah patut diadakan karena tidak mungkin ada pemenangnya. Seandainya saya buat Sayembara foto Nabi-nabi lainnya atau malaikat Jibril pun, dengan hadiah Pesawat Terbang termahal di dunia, juga tidak mungkin ada pemenangnya. Mengapa Anda nekat punya ide aneh buat Sayembara Foto Yesus? Saya yakin 100% Allah SWT tidak menyuruh Anda buat Sayembara tsb.”

Habel Ndoen harus tahu, bahwa sayembara itu bukan atas dasar “nekad-nekadan,” tapi untuk mengajak Penginil Kang Maman dan umat lainnya untuk berpikir logis, bahwa teologi “penampakan Yesus” adalah sebuah kemustahilan. Karena sampai sekarang, seluruh umat manusia  di dunia ini tidak ada yang tahu wajah Yesus yang asli.

Lukisan Yesus karya Leonardo Da Vinci pun Tak Valid

Ketidakvalidan foto Yesus ini juga diakui umat Kristen sendiri dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Amerika Serikat (AS). Mereka mengungkapkan penemuan yang menggemparkan terkait puluhan lukisan bertema suatu peristiwa sakral bagi umat Kristiani.

Peristiwa yang dimaksud adalah "Perjamuan Akhir," yang digambarkan dalam puluhan lukisan, yang dibuat dalam kurun waktu 1.000 tahun.

...Menurut tim peneliti, para pelukis –termasuk seniman legendaris Leonardo Da Vinci– melakukan kesalahan yang sama dalam melukis perjamuan Yesus Kristus...

Menurut tim peneliti, para pelukis –termasuk seniman legendaris Leonardo Da Vinci– ternyata melakukan kesalahan yang sama dalam melukis suasana perjamuan antara Yesus Kristus dan para muridnya.

Penemuan atas kesalahan kolektif para pelukis "Perjamuan Akhir" itu dipublikasikan dalam artikel di sebuah jurnal medis International Journal of Obesity, yang diterbitkan Selasa, 23 Maret 2010, atau beberapa hari sebelum peringatan Jumat Agung dan Hari Paskah.

Memanfaatkan teknologi komputer, para peneliti membandingkan ukuran makanan dengan ukuran kepala dalam 52 lukisan Perjamuan Akhir.

"Kalau seni merupakan imitasi kehidupan, kita berarti dalam masalah," kata para peneliti menyimpulkan.

Prof. Brian Wansink dan lukisan Perjamuan Akhir yang dia teliti (AP Photo)

Berdasarkan puluhan lukisan yang dibuat antara tahun 1000 hingga 2000, ukuran hidangan utama bertambah 69 persen; ukuran piring 66 persen; ukuran roti bertambah 23 persen.

"Penambahan ukuran termasuk dalam fenomena modern, tetapi apa yang kita lihat belakangan ini mungkin hanya bagian paling mencolok dari tren yang telah berlangsung sangat lama," kata Brian Wansink, ilmuwan mengenai makanan dari Cornell University.

Studi ini merupakan ide Wansink. Untuk dikaitkan dengan konteks Alkitab, (Bibel) dia mendapat bantuan dari saudaranya, Craig Wansink, profesor studi religi Virginia Wesleyan College.

Sebagai bahan studi, dia menggunakan lukisan yang ditampilkan dalam buku "Last Supper" terbitan tahun 2000 oleh Phaidon Press. Mereka menampilkan lukisan yang mungkin merupakan lukisan paling populer mengenai perjamuan terakhir dari Leonardo da Vinci. [taz/voa-islam.com]