17 Jumadil-Akhir 1443  |  Kamis 20 Januari 2022

basmalah.png
ARTIKEL UMUM

Ketika Warna "Berbicara" tentang Suasana Hati

Apakah suasana hati Anda sedang buruk hari ini? Mungkin saja Anda lebih memilih baju warna abu-abu, dibandingkan baju merah untuk menyelaraskan perasaan dengan penampilan Anda. Penelitian membuktikan, orang-orang yang tengah mengalami depresi atau ketegangan lebih memilih warna abu-abu, sementara itu orang-orang yang lebih bahagia memilih warna kuning.

Hasil Penelitian yang dipublikasikan pada BMC Medical Research Methodology, dapat membantu dokter memperkirakan suasana hati anak-anak dan pasien lain yang sulit berkomunikasi verbal.

"Hal itu merupakan salah satu cara mengukur ketegangan dan depresi, selain dari komunikasi bahasa," ujar salah satu peneliti sekaligus gastroenterologist dari University Hospital South Manchester, Peter Whorweeel.

Yang sangat menarik, lanjut Peter, melalui warna justru bisa lebih baik memperkirakan suasana hati pasien dibandingkan pertanyaan.

Warna seringkali digunakan sebagai metafora dari suasana hati, namun belum ada yang sebelumnya menggunakan asosiasi warna secara sistematis.

Untuk menyelidiki hal itu, Peter dan tim peneliti memilih delapan warna yaitu merah, oranye, hijau, ungu, biru, kuning, merah muda dan coklaat serta membagi setiap warna menjadi empat gradasi warna.

Kemudian mereka menambahkan warna putih, hitam dan empat gradasi warnah abu-abu hingga total menjadi 38 warna pilihan. Setelah itu, para peneliti menunjukan warna-warna tersebut pada sebuah roda putar.

Kemudian, para peneliti mengikutsertakan 105 partisipan yang sehat, 110 partisipan yang mengalami ketegangan serta 108 partisipan yang depresi. Kemudian mereka diminta untuk memilih warna favorit mereka serta warna yang "menghanyutkan" mereka. Terakhir, mereka diminta untuk memilih warna yang menggambarkan suasana hati mereka hari per hari selama beberapa bulan.

Orang-orang yang depresi, mengalami ketegangan atau sehat, menyukai warna biru dan kuning. Biru nomor 28 merupakan warna yang paling disukai diantara partisipan yang sehat, sementara itu biru nomor 27 yang sedikit lebih tua paling disukai diantara orang-orang yang mengalami depresi dan ketegangan.

Sementara itu, warna kuning nomor 14 dipilih sebagai warna yang paling menarik perhatian.Sebuah grup partisipan yang sehat sejumlah 204 juga diminta untuk mengklasifikasikan tiap warna termasuk dalam tiga kategori yaitu positif, negatif atau netral.

Namun, ketika warna diasosiasikan dengan suasana hati, maka terdapat perbedaan. Hanya sekitar 39 persen partisipan sehat yang mencocokkan suasana hati mereka dengan warna. Bagi mereka, warna kuning merupakan yang paling cocok.

Sementara itu, sekitar 30 persen partisipan yang mengalami ketegangan memilih warna abu-abu, yang juga merupakan pilihan terbanyak dari partisipan yang mengalami depresi.

Para peneliti juga membuktikan, degradasi warna memainkan peranan penting ketika berkaitan dengan suasana hati. "Warna biru muda tidak diasosiasikan dengan suasana hati yang buruk, namun hal itu berlaku pada warna biru tua.

Peter juga melakukan tes warna tersebut pada pasien dengan gangguan pencernaan. Dia berharap, pilihan warna tersebut dapat menginformasikan perilaku pasien dan memprediksikn bagaimana respon mereka terhadap pengobatan seperti hipnosis. Pasalnya, banyak orang yang merasa malu dengan penyakit gangguan pencernaan.

Peter mengatakan, terkadang metode non-verbal semacam itu bisa memperoleh informasi yang lebih banyak dibandingkan perbincangan. Dengan penelitian lanjutan, tuturnya, roda warna itu dapat digunakan di bidang kedokteran mulai dari kedokteran anak hingga bedah.
.
"Kita sekarang memiliki alatnya. Dengan meminta orang untuk bermain warna dan mengetahui apa yang terjadi," paparnya.

Redaksi - Reporter
Red: ririn/republika.co.id
Sumber Berita: livescience