23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Mengapa Nyamuk Tertarik Dengan Darah Kita?

http://www.suaramedia.com/images/stories/1berita/1_1_kesehatan/mosquito.jpg
foto google | suaramedia

CALIFORNIA (SuaraMedia News) - Mengapa nyamuk suka mengerubungi tubuh dan pakaian kita? Untuk menjawab pertanyaan itu, pakar kimia ekologi Walter Lear meneliti apakah manusia menghasilkan semacam bau yang mengundang nyamuk. Ia dan para koleganya menemukan zat yang mereka cari, yakni nonanal, zat yang dihasilkan manusia dan burung-burung yang mengeluarkan aroma yang mengundang nyamuk Culex.

"Banyak sekali nyamuknya, saya hampir tak percaya," ia bernostalgia, "Aku menyemprotkan Deet (anti nyamuk) di mana-mana, sampai di rambutku. Dan waktu pagi aku sadar nyamuk-nyamuk bahkan menggigit menembus kaos kakiku, padahal cukup tebal. Kalau kelewatan satu titik saja, maka pasti ditemukan nyamuk, lalu digigit. Nyamuk bahkan bisa menggigit menembus jeans, selama mereka tahu di baliknya ada pembuluh darah. Mereka juga bisa mendeteksi panas tubuh."

Ia awalnya melakukan percobaan pada dirinya sendiri. "Aku mengukur kadar pada diriku sendiri," kata Leal. Rekannya menempelkan alat seperti suntikan pada kulitnya, lalu dibungkus dengan aluminium foil agar terisolasi. Setelah sejam, ujung suntikan itu dimasukkan ke suatu alat untuk mengukur kadar nonanal.

"Ternyata tubuhku menghasilkan cukup banyak (nonanal)," kata Leal, "Saya rasa tubuh saya melepaskan 20 nanogram (nonanal) per jam. Itu termasuk tinggi."

 

Kini Leal sadar bahwa inilah alasan kenapa dulu ketika ia di Meksiko, walaupun sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, ia tetap diburu nyamuk.

Nyamuk betina yang secara genetis dibuat tidak bisa terbang diyakini akan bisa membantu mencegah atau memperlambat laju penyebaran demam berdarah. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Tim peneliti Amerika Serikat dan Inggris, yang melakukan rekayasa genetis itu, berharap, nyamuk ciptaan mereka akan bisa melumpuhkan nyamuk-nyamuk betina aedes aegypti yang menyebarkan bibit demam berdarah dalam waktu 6-9 bulan.

”Metode yang ada saat ini tidak efektif. Cara baru diperlukan dengan mengendalikan perpindahan virus yang dibawa nyamuk,” kata Ketua Tim Peneliti Anthony James dari University of California. Tim peneliti merekayasa gen nyamuk khusus untuk menghambat pertumbuhan otot sayap nyamuk. Namun, rekayasa genetis itu hanya berlaku bagi nyamuk betina.(km2) www.suaramedia.com