18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Terungkapnya Misteri Tertangkapnya Deputi Hitler

http://1.bp.blogspot.com/_PnjruCyyH70/ShYd9_fFgsI/AAAAAAAAAXE/_DNcEsHhDxE/s400/1941%2Brudolf%2Bhess.jpgAda sebuah misteri yang lama tak terpecahkan terkait Perang Dunia II, mengapa Rudolf Hess, deputi pemimpin Nazi Adolf Hitler, memutuskan datang ke Britania Raya?

Sebuah buku yang baru diterbitkan mengklaim telah dapat mengurai teka-teki tersebut dan mengungkapkan peranan heroik seorang mata-mata dalam penangkapan Hess.

Agen cerdik MI6, Tancred Borenius, mampu menipu Hess sehingga datang ke Inggris dengan dalih memerantarai kesepakatan damai.

Hess pun akhirnya ditangkap dan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi. Tertangkapnya Hess dianggap memperlemah pasukan Jerman dan berkontribusi langsung terhadap kemenangan Sekutu, demikian menurut penulis buku itu, John Harris.

Terungkapnya hal tersebut muncul dalam buku baru Harris berjudul "Rudolf Hess: Ilusi Perdamaian Inggris" yang diterbitkan pekan ini.

Harris menghabiskan waktu selama hampir dua dekade untuk melakukan penelitian demi buku tersebut, dan pada masa itu mewawancarai para keluarga puluhan agen Inggris yang selamat.

Awal tahun ini, Harris menyatakan bahwa Borenius, seorang agen kelahiran Finlandia, turut terlibat, hal itu merupakan sesuatu yang belum pernah terungkap hingga saat ini.

Terungkapnya hal tersebut muncul saat Harris mampu melakukan wawancara langka dengan putra mendiang Borenius, Peter.

Dalam wawancara tersebut, Peter mengatakan bahwa ayahnya mengunci mulut rapat-rapat mengenai pengalaman masa perangnya, tapi keterlibatannya dengan Hess terungkap menjelang ajal menjemput di tempat tidurnya.

Peter mengatakan, ayahnya dikirimkan oleh MI6 ke Jenewa, Swiss, untuk mengantarkan pesan rahasia kepada Hess melalui perantara pihak ketiga.

Pesan tersebut merupakan undangan lisan kepada Hess agar mengunjungi keluarga Kerajaan Inggris dengan dalih membentuk aliansi Anglo-Nazi.

Bekerja sama dengan Britania memang menjadi bagian rencana ideal Hitler. Hitler lebih suka bekerja sama ketimbang berperang dengan Inggris untuk menggulingkan dan menaklukkan Rusia.

"Tancred adalah kunci yang memberikan harapan kepada Hitler bahwa Inggris tertarik bersekutu dengan Nazi," kata Harris.

Namun, Harris yakin bahwa Hess melakukan gertakan ganda. Harris juga mengklaim Hess tidak memiliki niatan membentuk aliansi dan selalu berencana menggunakan kunjungan itu untuk meruntuhkan pemerintahan.

"Dari hasil penelitian saya, saya menarik kesimpulan bahwa Hess tidak menginginkan apa-apa selain menjatuhkan Inggris," kata Harris.

"Ia berniat menggulingkan Churchill, yang memang tidak pernah setuju berdamai dengan Jerman, kemudian menggantikannya dengan seorang pemimpin yang pro-Nazo," tambah Harris.

Harris mengatakan bahwa penghubungnya adalah salah satu penemuan terpenting dalam sejarah militer modern.

Ia menambahkan, "Inilah jawaban yang dicari-cari orang sejak tahun 1940-an. Penelitian saya mengungkapkan bahwa Tancred Borenius memainkan peranan penting dalam memenangkan perang."

"Ia meyakinkan tangan kanan Hitler untuk mengunjungi Inggris yang akhirnya ditangkap dan dipenjara setibanya ia di sana," lanjut Harris.

"Plot luar biasa yang berujung pada penankapan Hess membuat Inggris mengulur waktu dalam menghadapi rencana invasi Jerman dan akhirnya menjadi titik balik dalam mengalahkan Hitler dan memenangkan perang," tambahnya.

"Tanpa keterlibatan Tancred, tidak diragukan lagi bahwa Britania Raya, serta sebagian besar Benua Eropa akan berbicara dalam bahasa Jerman hari ini," tambahnya.

Rudolph Hess adalah seorang tokoh Nazi terkemuka yang menjadi deputi Adolf Hitler di Partai Nazi.

Ia menjadi salah satu tokoh paling misterius dalam perang tersebut saat ia terbang sendiri ke Skotlandia pada malam Mei 1941.

Ia ditangkap pasukan Sekutu di daratan dekat Glasgow setelah pesawatnya kehabisan bahan bakar dan memaksanya terjun dengan parasut untuk menyelamatkan diri.

Hess sendiri tidak pernah benar-benar mengungkapkan alasan ia ke Skotlandia, meski banyak dilaporkan bahwa Hess berencana memerantarai kesepakatan damai rahasia.

Catatan MI6 mengenai Hess tidak pernah dipublikasikan dan "dokumen-dokumen kunci" lainnya dikabarkan hilang.

Hess dipenjara di Menara London hingga perang berakhir. Ia kemudian dipindah ke Penjara Spandau, Berlin. Hess diisolasi di sana hingga ajal menjemputnya pada 1987.

Keterangan resmi yang dirilis menyebutkan bahwa Hess mati bunuh diri, menggantung lehernya dengan kabel listrik saat berusia 93 tahun dan cacat. (dn/dm/suaramedia.com)

 

Artikel Terkait